Mata Banua Online
Senin, Maret 16, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Cadangan Beras Tembus 4 Juta Ton

by Mata Banua
15 Maret 2026
in Ekonomi & Bisnis
0

Kepala Badan Pangan Na­si­o­nal (Bapanas) Andi Amran Suliman mengatakan peningkatan stok tersebut tidak lepas dari la­ng­kah agresif pemerintah melalui pen­yerapan gabah dan beras pro­duk­si petani oleh Perum Bulog se­jak awal tahun.

“Dalam laporan yang kami te­ri­ma, hingga 11 Maret serapan Bu­log sudah mencapai sekitar 963,2 ribu ton,” ujar Amran da­lam rilis resmi, Sabtu (14/3).

Berita Lainnya

Proyeksi Harga Emas 2026 Bisa Capai 6.000 Dolar AS

Proyeksi Harga Emas 2026 Bisa Capai 6.000 Dolar AS

15 Maret 2026
Polda dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah

Polda dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah

14 Maret 2026

Menurut data yang diterima Ba­panas, realisasi penyerapan se­ta­ra beras sepanjang Januari hi­ng­ga pertengahan Maret 2026 ham­pir mencapai 1 juta ton. Ang­ka ini merupakan bagian dari tar­get serapan nasional yang di­te­tapkan sebesar 4 juta ton se­pan­jang tahun.

Capaian tersebut me­nun­juk­kan peningkatan signifikan di­ban­di­ngkan periode yang sama tahun se­belumnya. Pada kuartal per­ta­ma 2025, realisasi serapan tercatat se­kitar 719,3 ribu ton. Artinya, ter­jadi kenaikan sekitar 33,9 per­sen pada periode awal tahun ini.

Lebih lanjut, Amran m­e­ne­gas­kan stok cadangan beras pe­me­rintah saat ini dalam kodisi aman untuk memenuhi kebutuhan hi­ng­ga akhir tahun. “Ini tertinggi ca­dangan beras kita. Ini cukup sam­pai akhir tahun, cukup ca­da­ng­an kita sekarang untuk beras. Se­mua aman untuk sektor pa­ng­an,” ujarnya.

Amran juga menilai pe­ni­ng­kat­an serapan tersebut juga men­jadi bukti keseriusan pemerintah da­lam menjaga kesejahteraan pe­ta­ni padi. Salah satunya tercermin d­a­ri perkembangan indeks harga ya­ng diterima petani.

Berdasarkan data Badan Pu­sat Statistik (BPS), indeks harga ya­ng diterima petani padi sempat men­capai titik tertinggi dalam tu­juh tahun terakhir pada September 2025, yakni sebesar 146,28. Ang­ka ini melampaui sejumlah pun­cak indeks pada tahun-tahun se­be­lumnya.

Sebagai perbandingan, pun­cak indeks pada Desember 2019 ter­catat 109,22. Kemudian pada Ma­ret 2020 berada di level 108,82, Januari 2021 sebesar 108,19, Desember 2022 men­ca­pai 118,65, dan Desember 2023 se­besar 137,75.

Sementara pada 2024, indeks ter­ti­nggi tercatat pada Februari de­gan angka 146,08. Adapun pada Februari 2026 indeks berada di le­vel 144,84, sedikit lebih tinggi di­bandingkan Januari 2026 yang ter­catat 144,72. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper