
RANTAU-Polres Tapin jajaran Polda Kalimantan Selatan berhasil panen jagung untuk masa tanam kuartal IV tahun 2025 di Kebun Jagung Polres Tapin, sebagai wujud memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Tapin.
“Jagung yang panen kali ini di lahan seluas lebih kurang satu hektare yang dikelola bersama Polres Tapin dan PT BRE,” kata Kapolres Tapin AKBP Weldi Rozika di Rantau, Rabu.
Adapun hasil panen mencapai 7 hingga 8 ton sesuai estimasi hasil panen per hektare tanaman jagung jenis pipil (jagung pakan).
Budidaya jagung pipil itu memiliki nilai ekonomis yang baik serta dapat mendukung sektor peternakan.
Sesuai arahan Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan, ungkap Kapolres, pihaknya juga memastikan agar harga jualnya terjaga sehingga lebih berpihak ke petani.
Untuk pipil basah saat ini dihargai Rp4 ribu per kilogram, sedangkan jika dikeringkan dengan kadar air 17 hingga 18 persen laku Rp5.500 per kilogram
Bahkan jika kadar air hanya 14 persen maka bisa tembus di harga Rp6.400 per kilogram.”Ini wujud nyata komitmen Polres Tapin mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pangan,” jelas Kapolres.
Weldi juga berharap, apa yang telah dilakukan Polres Tapin dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian khususnya budidaya tanaman jagung.
Kemudian sinergi lintas sektor seperti Polres Tapin dan dunia usaha, dalam pemanfaatan lahan agar produktif tersebut harus terus terjalin baik guna mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sebelumnya Polres Tapin juga telah melakukan penanaman jagung kuartal I tahun 2026 seluas satu hektare di Desa Pantai Cabe, Kecamatan Salam Babaris pada Sabtu (7/3) mengikuti penanaman jagung serentak nasional yang dipimpin Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang dipusatkan di Sumatera Selatan.{{an/mb03]}

