BANJARBARU – Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Fathimatuzzahra menyatakan kawasan wisata Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam dipastikan tetap beroperasi selama libur Lebaran Idul Fitri 1447 hijriyah.
“Pengelola juga menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung yang biasanya terjadi saat libur panjang Idul fitri,” ujarnya di Banjarbaru, Senin (9/3).
Menurut Fathimatuzzahra, saat ini sistem pembayaran retribusi di kawasan wisata tersebut hampir seluruhnya sudah menggunakan metode non-tunai. “Di Tahura Sultan Adam ini hampir 99,9 persen sudah tidak lagi menggunakan transaksi tunai,” ucapnya.
Soal jaringan internet, selain dari Dinas Komunikasi dan informatika Provinsi Kalsel, jaringan di Tahura Sultan Adam juga dibantu oleh Bank Indonesia. Karenanya, transaksi non-tunai di wisata ini dapat berjalan dengan lancar.
“Saya kira sudah sekitar lima sampai enam bulan pendapatan retribusi kita tidak lagi menggunakan tunai, semuanya non-tunai,” ungkap Ibu Aya (sapaan akrabnya).
Aya mengajak masyarakat untuk menjadikan Tahura Sultan Adam sebagai salah satu tujuan wisata, terutama karena lokasinya yang relatif dekat dan memiliki banyak potensi wisata alam dan meyakini destinasi ini tidak kalah dengan objek wisata di luar daerah maupun di luar Kalimantan Selatan.
Selama libur Lebaran, Dinas Kehutanan Kalsel sebagai pengelola memastikan kawasan Tahura tetap buka untuk pengunjung dan berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jumlah wisatawan biasanya meningkat signifikan pada periode tersebut.
Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung sekaligus menjaga keselamatan, pengelola menambah personel dan armada penjagaan di sejumlah titik rawan.
Pengawasan diperketat terutama di area yang berisiko seperti kawasan Bukit Batu, kolam-kolam di Mandiangin serta ruas jalan yang rawan kecelakaan.
“Kami menambah armada untuk penjagaan, khususnya di tempat-tempat yang riskan seperti di sekitar Bukit Batu. Kadang masih ada pengunjung yang berenang walaupun sudah kita larang,” katanya.
Kemudian, sebut Aya, di sekitar kolam di Mandiangin dan di jalan-jalan yang rawan kecelakaan.
Selain memasang rambu peringatan, petugas juga ditempatkan secara langsung di titik-titik tersebut untuk mengawasi aktivitas pengunjung.
Pengelola Tahura juga telah menyiapkan armad ambulans sendiri sebagai langkah antisipasi jika terjadi keadaan darurat. “Jadi tidak perlu lagi memanggil dari luar dan mudah-mudahan ini bisa membantu jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya. ril/ani

