Mata Banua Online
Jumat, Mei 1, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

THR Swasta Cair Paling Lambat H-7 Lebaran

by Mata Banua
3 Maret 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
PEMBAGIAN THR – Bagi karyawan swasta, pembagian THR menjadi yang sangat ditunggu-tunggu menjelang tibanya Lebaran dan berharap dapat diberikan lebih awal.(foto:mb/ant)

JAKARTA – Pemerintah me­wa­jib­kan perusahaan swasta untuk mem­bayar Tunjangan Hari Raya (THR) selambat-lambatnya pada H-7 Lebaran 2026. Menteri Ko­ordinator bidang Pe­re­ko­no­mian Airlangga Hartarto men­ya­ta­kan bahwa pembayaran THR un­tuk pekerja swasta wajib di­ba­yarkan penuh dengan jumlah 1 bulan upah. “Sektor Swasta THR wajib dibyar penuh, tidak bo­leh dicicil. THR diberikan H-7 Lebaran, diberikan ke pekerja de­ngan minimal masa kerja 1 ta­hun. Jumlahnya 1 bulan upah, se­dangkan pekerja masa kurang da­ri 1 tahun diberikan secara pro­por­sional,” kata Airlangga dalam kon­ferensi pers, Selasa.

Lebih lanjut, dia mem­per­ki­rakan bahwa THR akan di­be­ri­kan kepada sekitar 26,5 juta pe­kerja swasta tahun ini. Dengan de­mikian, perkiraan jumlah THR swas­ta yang diberikan berkisar Rp124 triliun. Pemerintah ber­ha­rap agar kewajiban perusahaan ini dapat mendorong pe­re­ko­no­mi­an secara signifikan.

Berita Lainnya

Pemerintah Diminta Perjelas Aturan Tarif Pesawat

Pemerintah Diminta Perjelas Aturan Tarif Pesawat

29 April 2026
PIHPS Mencatat Harga Telur Ayam Ras Masih Mahal

PIHPS Mencatat Harga Telur Ayam Ras Masih Mahal

29 April 2026

Dalam kesempatan yang sa­ma, Menteri Ketenagakerjaan (Me­n­aker) Yassierli menyatakan bah­wa Kemnaker telah me­ng­el­u­arkan surat edaran tentang pe­laksanaan pemberian tunjangan ha­ri raya keagamaan bagi pekerja atau buruh di perusahaan.

Dia menyebut ada beberapa p­o­in penting yang tertuang da­lam eleid tersebut, di antaranya ada­lah pemberian THR mengacu pa­da Peraturan Pemerintah No.36 tahun 2021 tentang Pe­ng­upahan, dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No. 6/2016 tentang THR Kea­ga­maan.

Yassierli menyatakan THR Kea­gamaan diberikan kepada pe­kerja/buruh diberikan kepada pe­kerja yang telah mempunyai ma­sa kerja 1 bulan secara terus­ me­ne­rus atau lebih, dan pekerja ya­ng memiliki hubungan kerja de­ng­an pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak ter­ten­tu atau waktu tertentu. “Kami mi­nta THR wajib dibayarkan 7 ha­ri sebelum hari raya kea­ga­ma­an. Namun, perusahaan kami imbau untuk membayar sebelum batas waktu tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yassierli juga menyebut telah merinci tata cara perhitungan besaran THR dalam SE tersebut. Pemerintah juga mewajibkan THR dibayar secara penuh dan tidak boleh dicicil. bisn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper