Mata Banua Online
Selasa, Maret 3, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Kaum Muslim Diingatkan Jangan Putus dengan Rahmat Allah

by Mata Banua
2 Maret 2026
in Banjarmasin
0
USTADZ H Luthfi Syarkawi Thayib saat tausyiah di Masjid Assa’adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, sesudah shalat Subuh, Ahad (1/3).(foto:mb/ant)

BANJARMASIN – Ustadz Haji Luthfi Syarkawi Thayib dalam tausyiah di Masjid Assa’adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin mengingatkan kaum Muslim agar jangan putus asa dengan rahmat Allah.

“Pasalnya rahmat Allah itu pasti, hanya kadang kita belum menikmati atau lupa,” ujar Luthfi dalam tausyiahnya di hadapan jamaah Masjid Assa’adah tersebut sesudah shalat Subuh, Ahad.

Berita Lainnya

Warga Keluhkan Bau Sampah di Kelurahan Pangeran

Warga Keluhkan Bau Sampah di Kelurahan Pangeran

2 Maret 2026
Bhayangkari Kalsel Bagikan Ratusan Paket Sayur ke Masyarakat

Bhayangkari Kalsel Bagikan Ratusan Paket Sayur ke Masyarakat

2 Maret 2026

“Allah pun tidak menyenangi orang berputus asa,” lanjut Ustadz Luthfi mengingatkan itu dalam kajian “Kalam Hikmah” Ibnu Athaillah Al Askandari, seorang ahli sufi/tarekat asal Mesir pada sekitar abad XII.

Dalam kajian Kalam Hikmah Ibnu Athaillah tersebut, Ustadz Luthfi kembali bicarakan maqam Tajrid dan maqam Asbab yang terkesan bertolak belakang padahal punya dasar yang sama yaitu janji takdir ilahi rabbi.

Dijelaskan, maqam Tajrid tingkatan spiritual dalam tasawuf, seorang hamba fokus total beribadah kepada Allah dan melepaskan diri dari keterikatan urusan duniawi, termasuk usaha mencari nafkah (sebab-akibat).

“Posisi tersebut didasarkan pada tawakal mutlak, karena kebutuhan hidupnya telah mencukupi, sering digambarkan sebagai kondisi ‘dipelihara’ Allah,” jelasnya.

Sedangkan maqam Asbab adalah kedudukan atau kondisi spiritual di mana seorang hamba, Allah tugaskan berikhtiar, bekerja, dan beraktivitas di dunia untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Ustadz Luthfi mencontohkan dari empat Mazhab yang masyhur dalam dunia Islam, Imam Malik (Maliki) seseorang yang berada di maqam Tajrid dan Imam Syafi’i dalam kedudukan di maqam Asbab. “Kedua-duanya benar, hanya cara pendekatan yang berbeda,”.pungkas Luthfi Syakawi Thayib. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper