Mata Banua Online
Kamis, Maret 12, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pemkab Banjar Dorong Petani Tanam Dua Kali Setahun

by Mata Banua
25 Januari 2026
in Martapura
0

 

MONITORING CSR – Dinas Pertanian monitoring program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Desa Paku Kecamatan Simpang Empat. (foto:mb/ist)

MARTAPURA – Pemkab Banjar melalui Dinas Pertanian terus mempercepat akselerasi program nasional Perluasan Areal Tanam (PAT).

Berita Lainnya

Bupati Saidi Ajak Insan Pers Perkuat Sinergi

Bupati Saidi Ajak Insan Pers Perkuat Sinergi

11 Maret 2026
DPRD Banjar Gelar Paripurna LKPj

DPRD Banjar Gelar Paripurna LKPj

11 Maret 2026

Langkah ini diwujudkan melalui monitoring intensif program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang dilaksanakan di Desa Paku, Kecamatan Simpang Empat, belum lama tadi.

Peninjauan lapangan tersebut dipimpin Kadis Pertanian Warsita didampingi Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) bersama para PPL Simpang Empat, Kepala Desa Paku Aspiannor serta Ketua Brigade Pangan Desa setempat bersama kelompok tani.

Dalam arahannya, Warsita menekankan pentingnya peningkatan produktivitas melalui pola tanam dua kali setahun (IP 200). Dia menegaskan, Kementerian Pertanian telah memberikan dukungan penuh berupa bantuan alat mesin pertanian (alsintan) modern, mulai traktor guna pengolahan lahan hingga combine harvester untuk proses panen.

“Kami berharap dukungan mekanisasi ini memotivasi petani untuk tidak hanya menanam sekali dalam setahun. Kehadiran teknologi ini harus dimanfaatkan untuk menekan biaya produksi dan mempercepat masa tanam,” ujar Warsita.

Koordinator BPP Simpang Empat Luffi Muchtar mendorong petani untuk melakukan optimalisasi lahan. Dia mengimbau agar tidak ada lahan produktif yang dibiarkan menganggur, sehingga target swasembada pangan di wilayah tersebut tercapai lebih maksimal melalui pemanfaatan lahan kosong untuk penanaman padi.

Apresiasi datang dari Kades Aspiannor, menurutnya program CSR ini memberikan dampak nyata bagi warganya. Bantuan ini sangat memudahkan masyarakat yang ingin kembali menggarap lahan.

“Kami berencana segera memulai proses penanaman serentak begitu debit air di area persawahan mulai surut,” tandasnya. dio/rds

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper