Mata Banua Online
Sabtu, Maret 14, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Realisasi Belanja APBN Rp40,34 Triliun

by Mata Banua
22 Januari 2026
in Ekonomi & Bisnis
0

BANJARMASIN – Kepala Kanwil Direktorat Jen­deral Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Ka­li­man­tan Selatan, Catur Ariyanto Widodo me­n­ye­but­kan realisasi belanja APBN di Kalsel hingga 31 Desember 2025 mencapai Rp40,34 triliun atau 96,39 persen.

“Realisasi belanja APBN di Kal­sel itu terdiri dari belanja pe­me­rintah pusat (BPP) mencapai Rp10,2 triliun dan dana transper ke daerah (TKD) mencapai Rp30,13 triliun,” ujarnya pada me­dia briefing realisasi APBN 2025, di Banjarmasin, Kamis (22/1).

Berita Lainnya

Harga Beras, Bawang Merah, Telur Melandai

Harga Beras, Bawang Merah, Telur Melandai

12 Maret 2026
Para Pekerja sedang Memproduksi Kue Kering

Para Pekerja sedang Memproduksi Kue Kering

12 Maret 2026

Media briefing itu dihadiri Ke­pala Perwakilan Kemenkeu Kals­el yang juga Kepala Kanwil DJP Kalselteng, Syamsinar, Dwijo Muryono (Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Se­la­tan) dan Tetik Fajar Ruwandari (Ke­pala Kanwil DJKN Ka­li­man­tan Selatan dan Tengah)

Catur menyebutkan, TKD me­n­dominasi struktur belanja de­ng­an kontribusi 73,06 persen. Rea­lisasi Transfer ke Daerah Kal­sel mencapai Rp30,13 riliun atau 98,5 persen dan kinerja TKD di Kal­sel mencatat capaian sangat op­timal.

Penyaluran TKD di Ka­li­man­tan Selatan hingga akhir De­sem­ber 2025 didominasi oleh dua instrumen utama yaitu Dana Ba­gi Hasil (DBH) sebesar 56,62 per­sen dan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 28,34 persen.

Secara rinci, Catur men­ye­butkan realisasi penyaluran TKD di Kalsel sampai 31 Desember 2025 meliputi Dana Bagi Hasil (DBH) mencapai Rp17,06 triliun atau 98,75 persen. Penyaluran di­do­minasi DBH SDA Minerba (Royalti) senilai Rp14,83 triliun.

Kemudian, Dana Alokasi Umum (DAU) terealisasi Rp8,54 tri­liun atau 99,53 persen. Skema Block Grant mendominasi penyaluran dengan nilai Rp7,24 triliun.

Dana alokasi khusus (DAK) Fisik terealisasi mencapai Rp403,40 miliar atau 95,75. Bi­dang Kesehatan dan KB mencatat no­minal tertinggi sebesar Rp280,33 miliar.

DAK Non Fisik terealisasi se­be­sar Rp2,57 triliun atau 97,91 persen. Porsi terbesar di­gu­nakan untuk tunjangan Guru ASN Daerah sebesar Rp1,45 triliun.

Dana Desa tersalurkan se­be­sar Rp1,37 triliun atau 92,51 per­sen. Dana Desa tahap 1 telah sa­lur 100 persen pada 1.871 Desa. Se­mentara itu untuk penyaluran ta­h­ap 2 earmark tersalur pada 1.870 Desa, sedangkan non earmark akibat adanya kebijakan pe­nghentian penyaluran hanya tersalur pada 1.154 Desa.

Insentif Fiskal terealisasi 100 per­sen sebesar Rp182,28 miliar. Ka­bupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menerima tambahan Rp5,67 miliar atas prestasi dalam pe­nurunan stunting.

Menyinggung pendapatan negara, Catur menyebutkan hi­ng­ga 31 Desember 2025 te­re­a­li­sa­si sebesar Rp16,11 triliun atau 73,28 persen dari target pe­ne­ri­maan sebesar Rp21,98 triliun.

Realisasi pendapatan negara di Kalsel itu, sebut Catur, te­re­a­li­s­asi dari perpajakan mencapai Rp13,354 triliun, bea dan cukai se­ki­tar Rp899 miliar dan dari Kan­wil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kal­sel­teng. ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper