Mata Banua Online
Senin, Februari 9, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Realisasi Belanja APBN Rp40,34 Triliun

by Mata Banua
22 Januari 2026
in Ekonomi & Bisnis
0

BANJARMASIN – Kepala Kanwil Direktorat Jen­deral Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Ka­li­man­tan Selatan, Catur Ariyanto Widodo me­n­ye­but­kan realisasi belanja APBN di Kalsel hingga 31 Desember 2025 mencapai Rp40,34 triliun atau 96,39 persen.

“Realisasi belanja APBN di Kal­sel itu terdiri dari belanja pe­me­rintah pusat (BPP) mencapai Rp10,2 triliun dan dana transper ke daerah (TKD) mencapai Rp30,13 triliun,” ujarnya pada me­dia briefing realisasi APBN 2025, di Banjarmasin, Kamis (22/1).

Berita Lainnya

Promo Adira Expo Hadir di Empat Kota Kalimantan

Promo Adira Expo Hadir di Empat Kota Kalimantan

8 Februari 2026
Berburu Wajib Pajak: Beban Rakyat di Tengah Krisis Anggaran

Swasta Minta Kepastian Kuota Impor Daging

8 Februari 2026

Media briefing itu dihadiri Ke­pala Perwakilan Kemenkeu Kals­el yang juga Kepala Kanwil DJP Kalselteng, Syamsinar, Dwijo Muryono (Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Se­la­tan) dan Tetik Fajar Ruwandari (Ke­pala Kanwil DJKN Ka­li­man­tan Selatan dan Tengah)

Catur menyebutkan, TKD me­n­dominasi struktur belanja de­ng­an kontribusi 73,06 persen. Rea­lisasi Transfer ke Daerah Kal­sel mencapai Rp30,13 riliun atau 98,5 persen dan kinerja TKD di Kal­sel mencatat capaian sangat op­timal.

Penyaluran TKD di Ka­li­man­tan Selatan hingga akhir De­sem­ber 2025 didominasi oleh dua instrumen utama yaitu Dana Ba­gi Hasil (DBH) sebesar 56,62 per­sen dan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 28,34 persen.

Secara rinci, Catur men­ye­butkan realisasi penyaluran TKD di Kalsel sampai 31 Desember 2025 meliputi Dana Bagi Hasil (DBH) mencapai Rp17,06 triliun atau 98,75 persen. Penyaluran di­do­minasi DBH SDA Minerba (Royalti) senilai Rp14,83 triliun.

Kemudian, Dana Alokasi Umum (DAU) terealisasi Rp8,54 tri­liun atau 99,53 persen. Skema Block Grant mendominasi penyaluran dengan nilai Rp7,24 triliun.

Dana alokasi khusus (DAK) Fisik terealisasi mencapai Rp403,40 miliar atau 95,75. Bi­dang Kesehatan dan KB mencatat no­minal tertinggi sebesar Rp280,33 miliar.

DAK Non Fisik terealisasi se­be­sar Rp2,57 triliun atau 97,91 persen. Porsi terbesar di­gu­nakan untuk tunjangan Guru ASN Daerah sebesar Rp1,45 triliun.

Dana Desa tersalurkan se­be­sar Rp1,37 triliun atau 92,51 per­sen. Dana Desa tahap 1 telah sa­lur 100 persen pada 1.871 Desa. Se­mentara itu untuk penyaluran ta­h­ap 2 earmark tersalur pada 1.870 Desa, sedangkan non earmark akibat adanya kebijakan pe­nghentian penyaluran hanya tersalur pada 1.154 Desa.

Insentif Fiskal terealisasi 100 per­sen sebesar Rp182,28 miliar. Ka­bupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menerima tambahan Rp5,67 miliar atas prestasi dalam pe­nurunan stunting.

Menyinggung pendapatan negara, Catur menyebutkan hi­ng­ga 31 Desember 2025 te­re­a­li­sa­si sebesar Rp16,11 triliun atau 73,28 persen dari target pe­ne­ri­maan sebesar Rp21,98 triliun.

Realisasi pendapatan negara di Kalsel itu, sebut Catur, te­re­a­li­s­asi dari perpajakan mencapai Rp13,354 triliun, bea dan cukai se­ki­tar Rp899 miliar dan dari Kan­wil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kal­sel­teng. ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper