Mata Banua Online
Rabu, Januari 14, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Stafsus Presiden Beri Perhatian Isu Darurat Sampah

by Mata Banua
13 Januari 2026
in Banjarmasin
0
G:\2026\Januari\14 Januari 2026\5\Hal 5\4.jpg
WALIKOTA Banjarmasin HM Yamin HR dan Staf Khusus Kantor Staf Kepresidenan Timothy Ivan Triyono saat gelar rapat koordinasi di Balaikota Banjarmasin, Senin (12/1). (Foto:mb/ant/hms pemko bjm)

BANJARMASIN – Kantor Staf Presiden RI memberikan perhatian terhadap beberapa isu strategis di antaranya kondisi darurat sampah di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Staf Khusus Kantor Staf Kepresidenan Timothy Ivan Triyono melakukan rapat koordinasi dengan Pemkot Banjarmasin di Aula Kayuh Baimbai, Balaikota Banjarmasin, Senin.

Berita Lainnya

G:\2026\Januari\14 Januari 2026\5\Hal 5\H.M Ramadhan.jpg

67 Ribu Warga Banjarmasin Dicoret dari BPJS Kesehatan Gratis

13 Januari 2026
G:\2026\Januari\14 Januari 2026\5\Hal 5\Ketua FJPI Kalsel, Hj Sunarti menyerahkan bantuan.jpg

FJPI Kalsel Salurkan Bantuan Warga Terdampak Banjir

13 Januari 2026

Dia menyampaikan, kunjungan KSP ke Banjarmasin bertujuan menyerap isu strategis daerah sekaligus memastikan keselarasan dengan program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto.

“Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus melihat langsung isu strategis di Banjarmasin. Ada dua isu besar, yaitu sungai atau drainase dan persoalan sampah,” ujar Timothy.

Dia menjelaskan, Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih milik Pemkot Banjarmasin saat ini tengah menjalani proses rehabilitasi akibat praktik open dumping yang sudah tidak diperbolehkan oleh regulasi.

Akibat sanksi penutupan oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI sejak Februari 2025 hingga kini, Kota Banjarmasin menetapkan status darurat sampah.

Karena tidak memiliki TPAS yang bisa dioperasikan lagi, Pemkot Banjarmasin harus membuang sampah ke TPAS Regional Bajarbakula di Kota Banjarbaru.

“Ke depan, sangat mungkin dilakukan alih fungsi. Dari TPA menjadi Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST), di mana sampah bisa dipilah, dikelola, bahkan dikembangkan ke arah waste to energy. Tapi tentu perlu kajian dan telaah mendalam,” jelasnya.

Timothy menegaskan, KSP akan berperan sebagai penghubung antara Pemkot Banjarmasin dan kementerian teknis terkait.

“Apa yang kami dapat hari ini akan kami sampaikan ke kementerian dan lembaga terkait, baik Kementerian Lingkungan Hidup maupun Kementerian PUPR, agar bisa dicarikan solusi terbaik,” katanya.

Rapat koordinasi ini menegaskan bahwa penyelesaian persoalan sampah dan banjir di Banjarmasin membutuhkan kolaborasi antardaerah, pemerintah pusat dan masyarakat.

“Harus ada komunikasi dan kolaborasi antar pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Karena persoalan di Kalimantan Selatan ini saling berkaitan,” demikian kata Timothy. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper