
BANJARMASIN – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memberikan apresiasinya terhadap donor darah sukarela (DDS) ke-50 dan 75 kali.
Sebanyak 359 orang yang ikut DDS 50 kali dan 96 orang yang ikut DDS 75 kali mendapat penghargaan dari Gubernur Kalsel yang diwakili Asisten 1 Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Muhammad Muslim dan Ketua DPRD Kalsel H Supian HK.
Ketua PMI Kalsel Gusti Iskandar Sukma Alamsyah mengatakan, tujuan utama kegiatan ini untuk memberikan penghargaan dan apresiasi kepada para relawan DDS yang telah mengabdikan dirinya untuk kegiatan sosial kemanusiaan, khususnya dalam penyediaan darah di Banua.
Berdasarkan data dari UTD, hingga hari ini tercatat kurang lebih 455 orang relawan DDS yang menerima apresiasi dan terbagi dalam dua kategori.
“Untuk kategori 50 kali donor, meskipun secara teknis minimal 50 kali namun faktanya banyak di antara mereka yang telah mendonorkan darah hingga 60 bahkan 70 kali. Hanya saja belum mencapai batas 75 kali, sehingga masih masuk kategori 50 kali. Jumlah relawan pada kategori ini sebanyak 359 orang, sedangkan kategori berikutnya berjumlah 96 orang, dan total keseluruhan sekitar 455 relawan,” ujarnya di Gedung Mahligai Pancasila, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, pada kegiatan itu seluruh relawan sebenarnya telah di undang, namun sebagian besar berhalangan hadir dan diwakili oleh anggota keluarga. Hal ini dikarenakan berbagai kesibukan, di antaranya mengikuti kegiatan Haul Guru Sekumpul serta kegiatan keluarga lainnya.
Gusti Iskandar mengungkapkan, relawan-relawan DDS ini tidak hanya berasal dari Kota Banjarmasin, tetapi tersebar di 13 kabupaten/kota di Kalsel. “Memang jumlah terbesar berasal dari Kota Banjarmasin, di susul Kabupaten Banjar, Banjarbaru, dan Tanah Laut,” ungkapnya.
Ia berharap pemberian apresiasi ini dapat menjadi motivasi dan penghargaan moral, sekaligus menularkan semangat kepada masyarakat yang belum menjadi relawan DDS.
“Perlu ditegaskan, relawan DDS ini sangat dibutuhkan karena ketika terjadi kekurangan darah, pihak UTD akan pertama kali menghubungi para DDS yang telah terdaftar. Dengan demikian, ketersediaan darah lebih terjamin baik dari sisi jumlah maupun kondisi kesehatan darah itu sendiri,” ucapnya.
Ia menambahkan, memang banyak masyarakat yang mendonorkan darah namun belum mendaftar sebagai donor sukarela. Karena itu lah dalam rapat PMI beberapa waktu lalu bersama dr Sapril yang membidangi UTD dan donor darah, disarankan untuk membentuk paguyuban pendonor darah agar hubungan kekeluargaan antarpendonor semakin erat dan berkelanjutan.
“Menariknya, relawan DDS ini berasal dari berbagai latar belakang etnis dan profesi. Ada dari suku Banjar, Jawa, Sumatera, dan lainnya. Banyak pula yang merupakan mantan pegawai BUMN, seperti PLN, perbankan, dan profesi lainnya. Hal ini menunjukan donor darah adalah kegiatan kemanusiaan lintas suku, agama, dan latar belakang,” katanya.
Sementara, Ketua DPRD Kalsel H Supian HK memberikan penghormatan kepada para pembina dan pendonor yang selama ini terus menunjukkan komitmen dan ketulusan.
“Secara khusus, penghargaan ini kami berikan kepada Gusti Iskandar sebagai pendonor dan pembina yang dedikasinya luar biasa. Saya juga menyampaikan kebanggaan tersendiri karena penyerahan penghargaan ini dihadiri dan disaksikan sahabat saya Bapak Puar. Ini menjadi suatu kebanggaan, khususnya bagi masyarakat Kalsel karena masih ada figur-figur yang memiliki kepekaan sosial dan kepedulian tinggi terhadap nilai-nilai kemanusiaan, serta konsisten mengabdikan dirinya untuk membantu sesama,” ujarnya.
Ia pun berharap semangat ini terus dilanjutkan dan ditingkatkan, sehingga modal dasar kepedulian yang telah dibangun dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang sangat membutuhkan, khususnya di Provinsi Kalsel. rds

