Mata Banua Online
Sabtu, Maret 14, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Produksi Padi Capai 1,177 Juta Ton

by Mata Banua
29 Desember 2025
in Ekonomi & Bisnis
0

BANJARBARU – Kepala Dinas Pertanian dan Ke­tahanan Pangan (DPKP) Provinsi Ka­li­man­tan Selatan, H Syamsir Rahman menyebutkan rea­lisasi produksi padi Kalsel tahun 2025 ini me­n­capai 1,177 juta ton gabah kering giling (GKG).

“Realisasi produksi padi Kal­sel tahun 2025 ini mengalami pe­ni­ngkatan signifikan dibanding ta­hun 2024 yang tercatat sekitar 890 ribu ton gkg,” ujarnya di Ban­jar­­baru, Senin (29/12).

Berita Lainnya

Harga Beras, Bawang Merah, Telur Melandai

Harga Beras, Bawang Merah, Telur Melandai

12 Maret 2026
Para Pekerja sedang Memproduksi Kue Kering

Para Pekerja sedang Memproduksi Kue Kering

12 Maret 2026

Menurut Syamsir, realisasi pro­duksi padi Kalsel tahun 2025 ter­sebut melampaui target yang di­tetapkan sekitar 1 juta ton gkg atau sekitar 16 persen.

Atas pencapaian produksi pa­di sebesar 1,177 juta ton gkg itu, sebut Syamsir, sehingga Kal­sel menempati posisi ke-12 se­ba­gai penyangga pangan na­si­o­nal, khususnya padi.

Menurut Syamsir, realisasi pro­duksi padi di Kalsel tahun 2025 tersebut merupakan yang ter­tinggi di Kalimantan, bahkan ke­­naikannya melebihi rata-rata na­si­onal.

Keberhasilan Kalsel me­ni­ng­kat­kan produksi padi tahun 2025 itu, katanya, tidak terlepas dari arah­an pimpinan seperti Gu­ber­nur, Wakil Gubernur dan Sek­da­prov Kalsel dan kerja keras pe­tani di banua ini.

Menurut dia, peningkatan pro­duksi padi di Kalsel tahun 2025 itu antara lain adanya op­ti­masi lahan (Oplah) yakni pen­i­ng­katan indeks penanaman (IP) da­ri sekali menjadi dua kali dan da­ri dua kali menjadi tiga kali se­ta­hun.

“Peningkatan IP dari dua kali men­jadi tiga setahun tersebut an­tara lain dilakukan di Kabupaten Ba­rito Kuala (Batola) dan Ka­bu­pa­ten Tanah Laut (Tala) yang di­ke­tahui merupakan sentra padi di Kal­sel,” katanya.

Dia menyebutkan, realisasi pro­duksi padi Kalsel yang men­ca­pai 1,177 juta ton gkg itu, ma­ka Kalsel mengalami surplus pa­di sekitar 50 persen dari ke­bu­tuh­an komsumsi masyarakat se­ki­tar 650 ribu ton setara beras.

Produksi padi Kalsel tahun 2025 itu, kata Syamsir, se­be­nar­nya lebih jika tidak ada gangguan di­ lapangan seperti bencana alam ban­jir dan serangan hama tungro.

“Dari bencana alam dan se­rangan hama tungko tersebut men­ye­babkan sekitar 400 hektar pa­di di Kalsel mengalami puso atau gagal panen,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Syamsir menyatakan optimis ta­hun 2026 akan terjadi peningkatan pro­duksi padi di Kalsel, meng­ing­at mulai tahun depan realisasi cetak sawah seluas 10 ribu hektar sudah bisa ditanami padi.

“Jika satu hektar lahan hasil cetak sawah tahun 2025 itu bisa me­nghasilkan lima ton gabah, ma­ka akan ada penambahan pro­duk­si padi sekitar 50 ribu ton gkg,” katanya. ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper