
BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin bersama Bupati/Wali Kota se-Kalsel melakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama (PKS) dengan Pangdam XXII Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin terkait bantuan pembangunan markas Komando Daerah Militer (Makodam) di wilayah Kalimantan Selatan, di Banjarbaru, Rabu (10/12).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung DR KH Idham Chalid, Kantor Gubernur Kalsel Banjarbaru itu dirangkai penandatanganan kesepakatan bersama percepatan pembangunan fisik gerai pergudangan dan kelengkapan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Kegiatan ini dihadiri walikota dan bupati se Kalsel, Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, Danrem 101 Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, Sekdaprov Kalsel HM Syaifuddin, para Tenaga Ahli Gubernur Kalsel, para pejabat utama jajaran TNI serta seluruh Kepala SKPD Lingkup Pemprov Kalsel.
Gubernur Kalsel H Muhidin menyampaikan penandatanganan kesepakatan ini bukan hanya bentuk kerja sama administratif, tetapi merupakan komitmen nyata antara pemerintah daerah dan TNI dalam mendukung pembangunan Makodam di Kalsel.
“Pembangunan Kodam ini disepakati bersama bahwa anggarannya separoh atau 50 persen dari pemerintah pusat (Kementerian Pertahanan) dan 50 persen agi dari Pemprov dan Kabupaten/Kota,” ucapnya.
Menurut gubernur, pihaknya sudah menyiapkan lahan seluas 10 hektare untuk pembangunan markas Kodam ini di Kompleks Perkantoran Provinsi Kalsel di Banjarbaru.
“Lokasinya nanti di dekat Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang ada di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel, kita sudah menyiapkan lahannya di sana sekitar 10 hektare,” ujar Gubernur Kalsel.
Sementara, Pangdam XXII Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin mengapresiasi Pemprov Kalsel dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalsel atas dukungannya dalam pembangunan kodam dan percepatan Koperasi merah Putih.
“Sesuai rencana strategis (Renstra) di Angkatan Darat, tahun 2027 akan ada Kodam di Kalsel, karena itu kami dengan Pemerintah Provinsi menyiapkan untuk pembangunan dan fasilitasnya. Untuk itu saya sangat mengapresiasi dukungan dari Pemprov dan Kabupaten Kota untuk turut membantu pembangunan kodam ini,” ujarnya.
Untuk diketahui, rencana pembangunan markas Kodam yang disepakati akan diberi nama “Lambung Mangkurat” ini, akan berdiri di lahan seluas 10 ha yang memiliki status lahan Sertipikat Hak Pakai (SHP) Korem 101 Antasari yang merupakan hibah dari Pemprov Kalsel di Komplek perkantoran Pemprov Kalsel.
Sementara, estimasi anggaran yang diperlukan untuk pembangunan Kodam tersebut sekitar Rp142,770 miliar. adp/ani

