Mata Banua Online
Minggu, Mei 3, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Lonjakan Permintaan MBG Berpotensi Picu Inflasi Pangan

by Mata Banua
4 Desember 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Desember 2025\5 Desember 2025\7\Hal Ekonomi, 05 Desember\hal 7 - 2 klm (Bawah).jpg
(foto:mb/web)

JAKARTA – Kepala Pusat Pa­ng­an, Energi, dan Pem­ba­ng­un­an Berkelajutan INDEF, Abra Talattov, mengatakan lonjakan per­mintaan MBG tahun depan ber­potensi memicu inflasi pa­ng­an. Abra mengatakan p­e­ng­a­lam­an beberapa bulan terakhir harus menjadi pelajaran penting bagi pe­me­rintah.

“Ya memang ini kita harus be­lajar dari tiga bulan terakhir ini memang inflasi pada ko­mo­di­tas telur ayam, kemudian da­ging ayam,” ujar Abra saat dis­kusi publik bertajuk “Outlook Se­ktor Pertanian 2026: Strategi Me­wujudkan Kemandirian Pa­ng­an Nasional” d Restoran Tjikinii Lima, Jakarta, Kamis.

Berita Lainnya

Pemerintah Diminta Perjelas Aturan Tarif Pesawat

Pemerintah Diminta Perjelas Aturan Tarif Pesawat

29 April 2026
PIHPS Mencatat Harga Telur Ayam Ras Masih Mahal

PIHPS Mencatat Harga Telur Ayam Ras Masih Mahal

29 April 2026

Abra menyebut kenaikan harga bukan disebabkan ke­sa­lah­an program MBG, melainkan ada­nya demand shock dan ke­ti­daksiapan suplai. Ia men­je­las­kan kondsi tersebut memicu te­kan­an inflasi dari sisi produksi.

Menurutnya, pemerintah ti­dak boleh memaksakan menu ya­ng bahan bakunya mengalami de­fisit. Ia menilai diversifikasi m­enu perlu segera dilakukan de­ngan melibatkan BGN, SPPG, dan para ahli gizi “Artinya harus ada strategdiversifikasi menu-me­nu untuk dimakanannya dan itu tugasnya BGN dan juga SPPG,” ucap Abra.

Abra menekankan di­ve­r­si­fi­ka­si harus memanfaatkan bahan ba­ku lokal yang tetap memenuhi ke­bu­tuhan nutrisi. Abra meng­a­takan rekomendasi ahli gizi men­jadi kunci agar alternatif me­nu tidak mengurangi standar gizi.

“Para ahli gizi bisa me­re­ko­mendasikan menu-menu al­ter­natif dari sumberbahan baku lo­kal tetapi memenuhi minimum nut­risinya,” lanjut Abra.

Abra memandang situasi ini se­ba­gai momentum memberikan in­sentif bagi petani dan peternak me­lalui sistem contract farming. Abra menyebut pemerintah dapat mendorong pola kemitraan te­rikat agar produksi meningkat terukur.

“Maka saya membayangkan ka­lau misalnya pemerintah me­lalui BGN, dan juga K­e­men­te­rian Pertanian mendorong di­la­ku­kannya seara kontrak far­ming,” sambung Abra.

Dia menilai contract farming dapat memberi kepastian pem­be­lian, volume peningkatan pro­duk­si, serta jangka waktu ke­mit­raan. Menurut Abra, ke­pa­s­t­ian tersebut dapat menjadi jaminan bagi kebutuhan pem­bi­a­yaan dan peningkatan ka­pa­sitas.

“Jadi petani, peternak tadi ke­tika sudah ada kontrak, ke­pas­tian kontrak mereka akan di­beli, butuh berapa persen pe­ni­ngkatannya,” ungkap dia.

Abra mengakui peningkatan pro­duksi tetap membuuhkan waktu, namun langkah awal harus segera dilakukan. Ia meyakini contract farming akan mendorong masuknya perban­kan dan lembaga pendukung lain. rep/mb06

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper