Mata Banua Online
Rabu, April 22, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

KUR Sampai Rp100 Juta tanpa Agunan

by Mata Banua
18 November 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\November 2025\19 November 2025\7\7\master 7.jpg
NASABAH KUR – Pelaku usaha kecil yang ingin mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam flapon dibawah Rp100 Juta tidak diwajibkan lagi untuk memberikan jaminan kepada pihak penyalur atau perbankan. Selama ini banyak pihak perbankan yang mewajikan kepada nasabah KUR untuk menyertakan angunan.(foto:mb/ant)

JAKARTA – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan me­ne­ngah (UMKM) Maman Abdurrahman me­ne­gas­kan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan pla­fon Rp 1 juta hingga Rp 100 juta wajib diberikan ta­n­pa agunan. Ia mengingatkan bank penyalur ya­ng masih meminta jaminan untuk KUR mikro akan dikenai sanksi tegas.

Maman menyebut ketentuan bebas agunan ini sudah jelas ter­tu­ang dalam aturan resmi pen­ya­lur­an KUR. “Kredit Usaha Rak­yat (KUR) untuk plafon Rp1 juta hi­ng­ga Rp100 juta tidak me­wa­jib­kan agunan dalam bentuk apa pun,” kata Maman di Kantor Ke­men­terian Koordinator Bidang Pe­re­konomian, Jakarta.

Berita Lainnya

Harga Daging Terancam Kian Mahal Imbas Harga Impor Sapi

Harga Daging Terancam Kian Mahal Imbas Harga Impor Sapi

21 April 2026
Penjual LPG Nonsubsidi Was-was Pembeli Sepi

Penjual LPG Nonsubsidi Was-was Pembeli Sepi

21 April 2026

Namun, ia tak menampik di la­pa­ngan masih ditemukan kasus per­mintaan agunan oleh oknum pen­yalur. Ia pun meminta setiap te­muan dan laporan disampaikan se­cara resmi kepada Kementerian UMKM agar bisa ditindaklnjuti.

“Jadi dalam setiap rapat eva­lu­asi kami Kementerian UMKM de­ngan bank-bank penyalur, ka­mi menegaskan bagi apabila ada tem­uan dan itu terbukti, dan ban­yak kejadian kok laporan masuk, ki­ta tidak cairkan subsidinya,” te­gasnya.

Ia menambahkan sudah ada be­berapa bank atau pihak yang di­ke­nai sanksi karena melanggar ke­tentuan bebas agunan KUR mikro. Langkah ini diharapkan men­jadi peringatan agar per­bankan tidak lagi membebani pe­la­ku usaha kecil dengan per­min­taan jaminan yang tidak sesuai aturan.

Untuk memperkuat pe­ng­awasan, Maman menyampaikan pe­merintah akan meluncurkan Sis­tem Sapa UMKM pada De­sem­ber 2025. Platform teknologi te­rintegrasi ini disiapkan untuk me­nampung seluruh laporan dan pe­ngaduan pelaku UMKM dari ber­bagai daerah.

Menurut Deputi Bidang Usa­ha Kecil Kementerian UMKM Temmy Satya Permana di Jakarta, pembiayaan KUR ta­hun 2025 ini untuk UMKM men­ca­pai Rp286 triliun dengan bunga ya­ng rendah. Sementara itu, pa­da tahun depan, pemerintah men­yi­apkan plafon KUR untuk UMKM mencapai Rp320 triliun.

Adapun berdasarkan catatan Ke­menterian UMKM, realisasi KUR UMKM tahun ini mencapai 83 persen atau Rp238 triliun dari tar­get Rp286 triliun. Debitur baru yang masuk dalam skema pem­bi­a­yaan ini telah mencapai 2,25 ju­ta atau 96 persen dari target.

Sementara itu, debitur gra­du­a­si yang berhasil naik kelas sudah me­lampaui target dari 1,2 juta UMKM menjadi 1,3 juta UMKM. Pada 2025, Ke­men­te­rian UMKM juga telah berhasil men­ya­lurkan lebih dari 60 persen ang­garan KUR ke sektor pro­duk­si dengan potensi penyerapan te­na­ga kerja menapai 11 juta orang.

Dipaparkan juga, mulai ta­hun depan pengajuan KUR sudah ti­dak dibatasi lagi jumlah pe­ng­am­bilannya dengan penerapan bu­nga flat sebesar 6 persen. Di­jelaskan dia, selama ini pe­ng­am­bil­an KUR dibatasi hanya empat ka­li bagi debitur sektor produksi dan dua kali bagi sektor per­da­ga­ngan, dengan menerapkan ske­ma bunga berjenjang.

“Sekarang sudah dibuka, jadi bi­sa beberapa kali, repetisinya bi­sa beberapa kali sampai UMKM-nya betul-betul kuat dan siap un­tuk lepas,” kata dia.

Disampaikan pula selama ini pe­ngajuan pertama KUR di­ke­na­kan bunga 6 persen, lalu me­ng­a­lami kenaikan 1 persen untuk pe­ng­ajuan berikutnya hingga 9 per­sen. Ia menyatakan pada ta­hun depan bunga KUR akan tetap di angka 6 persen meskipun pe­ng­ambilannya dilakukan be­be­rapa kali. “Jadi mau yang per­ta­ma, kedua, ketiga, keempat, ke­li­ma, semua flat 6 persen,” k­a­ta­nya lagi. rep/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper