Mata Banua Online
Kamis, April 23, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Tiket Pesawat Hanya Dapat Diskon PPN

by Mata Banua
19 Oktober 2025
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bakal mem­be­rikan diskon harga tiket pesawat m­e­lalui insentif Pajak Pertambahan Ni­lai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk periode penerbangan Desember 2025-Januari 2026.

Kebijakan ini tertuang dalam Pe­ra­turan Menteri Keuangan Nomor 71 Ta­hun 2025 tentang PPN atas Pen­ye­rahan Jasa Angkutan Udara Niaga Ber­jadwal Dalam Negeri Kelas Ek­o­nomi pada Periode Libur Natal dan Ta­hun Baru yang Ditanggung Pe­me­rintah Tahun Anggaran 2026.

Berita Lainnya

Harga Emas Antam Amblas Rp50 Ribu

Harga Emas Antam Amblas Rp50 Ribu

22 April 2026
Siap-siap Harga Minyakita Naik

Siap-siap Harga Minyakita Naik

22 April 2026

Purbaya menetapkan untuk be­saran diskon PPN sebesar 6 persen se­lama periode tersebut. Aturan ini mu­lai berlaku sejak ditetapkan pada 15 Oktober 2025.

“PPN yang terutang atas pen­ye­rah­an jasa Angkutan Udara Niaga ter­jadwal Dalam Negeri Kelas Ekonomi se­b­agaimana dimaksud pada ayat (1) di­tanggung pemerintah untuk tahun ang­garan 2026 sebesar 6 persen dari Pe­ng­gantian,” tulis Pasal 2 Ayat 4 PMK tersebut.

Melalui Pasal 3 beleid ini, Purbaya juga menekankan PPN DTP diberikan, pertama, untuk pe­riode pembelian tiket yang dilakukan se­jak 22 Oktober 2025 sampai 10 Ja­n­uari 2026.

Kedua, untuk periode pe­ner­ba­ng­an yang dilakukan sejak 22 Desember 2025 sampai 10 Januari 2026.

Dengan diskon ini, maka mas­ya­rakat hanya perlu membayar PPN 5 persen dari 11 persen untuk tiket pe­sawat selama periode tersebut yang akan dibebankan ke harga tiket.

“Untuk PPN yang terutang atas penyerahan jasa Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri Kelas Eko­nomi sebagaimana dimaksud pa­da ayat (1) ditanggung oleh penerima jasa sebesar 5 persen dari Pe­ng­gan­tian.”.

Sementara itu, pengamat Pe­ner­bangan Alvin Lie memandang ke­beradaan sederet diskon tarif tiket pe­sa­wat untuk momen Natal dan Tahun Baru atau Nataru, tak akan ber­dampak signifikan terhadap kenaikan jum­lah penumpang rute domestik.

Alvin menjelaskan, dengan se­jumlah diskon terkini seperti fuel surcharge hingga insentif pajak be­rupa PPN DTP sebesar 6%, total be­saran diskon memang diperkirakan men­capai 12%-14%. Namun, tak cu­kup besar untuk menarik minat mas­yarakat untuk beralih ke moda pe­sa­wat udara.

Merujuk kebijakan serupa saat Le­baran 2025, yakni saat pemerintah mem­berikan insentif PPN DTP dan dis­kon sejumlah biaya pelayanan ya­ng kemudian menekan harga tiket 13%-14%, jumlah penumpang hanya na­ik hampir 10% dari rata-rata tiga bulan terakhir. “Sedangkan pe­num­pang yang beralih dari moda tran­s­por­tasi lain ke penerbangan, hanya 3,8%. Jadi tidak terjadi peningkatan sig­nifikan dalam jumlah penumpang,” ujar­nya dikutip Minggu.cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper