
JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) mengakui harga daging ayam dan telur ayam mengalami kenaikan di tingkat konsumen imbas reaksi pasar.
Namun, kedua komoditas tersebut masih di bawah harga acuan penjualan (HAP).
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Agung Suganda mengatakan harga ayam hidup dan telur ayam di tingkat peternak tidak melambung, melainkan menyesuaikan dengan HAP.
Namun, dia menyebut harga kedua komoditas tersebut masih di bawah HAP. “Kalau harga di tingkat peternaknya masih di bawah harga acuan, seharusnya di tingkat konsumen juga berada di bawah harga acuan pembelian di tingkat konsumen yang sudah ditetapkan,” kata Agung.
Untuk itu, lanjut dia, pemerintah menyalurkan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan bagi para peternak layer mandiri dan peternak rakyat sebanyak 52.400 ton di level Rp5.500 per kilogram.
Menurutnya, jagung SPHP yang digelontorkan ini akan berdampak pada turunnya harga daging ayam dan telur ayam di tingkat konsumen. Dia menjelaskan langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan harga, baik di tingkat peternak dan konsumen. “Apalagi sekarang dengan adanya SPHP, karena komponen utama ayam dan telur ini adalah dari pakan, dari jagungnya terutama yang komponennya lebih dari 50%,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan saat ini harga jagung pakan di tingkat peternak berada di atas Rp5.500 per kilogram. Adapun, program jagung SPHP ini dilakukan untuk mengendalikan dan menstabilkan harga pangan.
Arief menjelaskan, jika harga telur dan ayam di tingkat konsumen naik terlalu tinggi, maka pemerintah harus memastikan agar harga tersebut tetap wajar, sehingga petani dan peternak juga mendapat harga yang adil.
“Jadi kalau harga telur, harga ayam itu naik terlalu tinggi di tingkat konsumen, maka kewajiban kita juga harus jaga. Sehingga petani, peternaknya juga bisa harganya baik, harganya wajar sekali lagi. Wajar di tingkat peternak, wajar di tingkatkonsumen, wajar di tingkat petani,” terangnya.
Sebelumnya, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkap harga daging ayam ras dan telur ayam ras mengalami kenaikan. Mengacu data BPS, tren daging ayam ras terus mengalami kenaikan harga di 220 kabupaten/kota pada pekan ketiga September 2025. Apabila dibandingkan dengan pekan kedua September, ada sebanyak 189 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga pada komoditas ini.
Setali tiga uang, tren telur ayam ras juga mengalami kenaikan harga dari 88 kabupaten/kota pada pekan kedua September 2025 menjadi 118 kabupaten/kota pada pekan ketiga September. bisn/mb06

