Mata Banua Online
Kamis, April 23, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Bansos Beras Bakal Ditambah Minyak Goreng

by Mata Banua
22 September 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\September 2025\23 September 2025\7\7\master 7.jpg
BANSOS PANGAN – Pemerintah berencana menambah bantuan pangan beras 10 kilogram per keluarga ditambah dengan minyak goreng sebanyak 2 liter yang akan ini mulai Oktober 2025. Program bantuan pangan menggunakan stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang dikelola oleh BUMN pangan. Beras masih sangat mumpuni dengan total 3,91 juta ton. Sementara minyak goreng ada sebanyak 7.000 kiloliter di Perum Bulog dan 48 kiloliter di Holding BUMN Pangan ID FOOD.( Foto:mb/dok)

JAKARTA – Kepala Badan Pangan Nasional (Ba­panas) Arief Prasetyo Adi menyebut ada ren­ca­na penambahan bantuan pangan beras 10 ki­lo­gram per keluarga. Nantinya, bantuan pa­ng­an ditambah dengan minyak goreng se­ban­yak 2 liter.

Arief mengatakan pihaknya su­dah bersiap untuk menjalankan ban­sos beras dan minyak goreng ini mulai Oktober 2025. Dia me­mas­tikan paket bantuan pangan be­rupa beras dan minyak goreng ber­kualitas baik.

Berita Lainnya

Harga Emas Antam Amblas Rp50 Ribu

Harga Emas Antam Amblas Rp50 Ribu

22 April 2026
Siap-siap Harga Minyakita Naik

Siap-siap Harga Minyakita Naik

22 April 2026

“Seperti diketahui, untuk ban­tuan pangan beras dua bulan Ok­tober dan November itu me­ma­ng sudah disetujui, dalam bentuk beras 10 kilo untuk 18,27 KPM (Keluarga Penerima Man­fa­at). Kemarin dalam di­na­mi­ka­nya ada usulan dari Ketua Ba­ng­gar DPR, untuk tambahan 2 liter min­yak goreng. Kita siapkan ya­ng baik buat masyarakat kita,” ka­ta Arief dalam keterangan res­mi, Senin.

“Terkait mutu pastinya harus ba­ik. Bantuan pangan itu tidak bo­leh jelek. Tentunya nanti un­tuk beras dan minyak goreng juga harus sama-sama baik,” sam­bu­ng­nya.

Program bantuan pangan akan menggunakan stok Ca­da­ng­an Pangan Pemerintah (CPP) ya­ng dikelola oleh BUMN pa­ng­an. Hingga 19 September, CPP dalam bentuk beras masih sa­ngat mumpuni dengan total 3,91 juta ton. Sementara minyak go­reng ada sebanyak 7.000 ki­lo­­liter di Perum Bulog dan 48 ki­­­loliter di Holding BUMN Pa­ng­an ID FOOD.

Dia memastikan mekanisme pe­ngawasan terhadap pelak­sana­an program bantuan pangan tetap me­libatkan banyak pihak. Mulai dari Komisi IV DPR RI, Badan Pe­ngawasan Keuangan dan Pem­ba­ngunan (BPKP) sampai Badan Pe­me­riksa Keuangan (BPK).

“Jadi mekanisme ini cukup ba­ik. Ini supaya masyarakat men­dapatkan produk yang tepat sa­saran, tepat waktu, dan kualitas ya­ng baik. Itu yang kita upayakan te­rus-menerus,” tutur Arief.

Pada 21 September, rerata har­ga beras medium secara na­si­o­nal telah menurun dibandingkan se­minggu sebelumnya. Zona 1 da­ri Rp 13.447 per kg menjadi Rp 13.420 per kg. Zona 2 dari Rp 14.051 per kg ke Rp 14.029 per kg dan Zona 3 dari Rp 16.147 per kg ke Rp 15.808 per kg.

Sementara rerata harga Mi­n­ya­Kita per 21 September masih be­rada di level Rp 17.463 per li­ter atau 11,23 persen lebih tinggi da­ripada Harga Eceran Tertinggi (HET)yang Rp 15.700 per liter. Ra­ta-rata harga MinyaKita masih leb­ih rendah 0,93 persen karena sa­at itu berada di harga Rp 17.529 per liter.

Diberitakan sebelumnya, Ke­pa­la Badan Pangan Nasional (Ba­panas) Arief Prasetyo Adi me­ne­gaskan kualitas cadangan be­ras pemerintah (CBP) harus di­pas­tikan baik. Tak hanya pen­yim­panan, penyaluran beras pun ha­rus layak konsumsi di tangan mas­yarakat.

Arief mengatakan, mandat ya­ng diemban Bulog adalah me­mas­tikan beras dalam kualtas ya­ng baik. Mengingat, CBP me­n­ja­di instrumen penting untuk me­la­kukan intervensi harga pasar se­waktu-waktu dibutuhkan.

“CBP harus dikelola secara ha­ti-hati, bukan hanya dari sisi ku­antitas, tetapi juga kualitas. Ka­rena dalam setiap penugasan, ba­ik untuk intervensi pasar, ban­tuan pangan, maupun pe­na­ng­an­an bencana, beras yang di­sa­lur­kan harus layak konsumsi dan me­m­enuhi standar mutu,” kata Arief, mengutip keterangan resmi, Sabtu lalu. lp6/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper