Mata Banua Online
Rabu, April 22, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Hasil Survei, Responden Enggan Punya Rumah 18 M2

by Mata Banua
6 Juli 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Juli 2025\7 Juli 2025\7\hal Ekonomi 07   Juli )\sac.jpg
(foto:mb/web)

JAKARTA – Rumah subsidi dengan luas sekitar 18 meter persegi (m²) disinyalir tidak akan laku dijual, menurut sebuah survei yang dilakukan Rumah123.

Di tengah pro dan kontra yang berkembang, Rumah123 melakukan pengamatan terhadap pola pencarian rumah dan apartemen di Jabodetabek sepanjang Januari hingga Mei 2025.

Berita Lainnya

Harga Daging Terancam Kian Mahal Imbas Harga Impor Sapi

Harga Daging Terancam Kian Mahal Imbas Harga Impor Sapi

21 April 2026
Penjual LPG Nonsubsidi Was-was Pembeli Sepi

Penjual LPG Nonsubsidi Was-was Pembeli Sepi

21 April 2026

Head of Research Rumah123, Marisa Jaya menyampaikan, Rumah123 menemukan bahwa minat terhadap hunian berukuran di bawah 20 meter persegi masih sangat minim, baik untuk rumah tapak maupun apartemen. Hingga saat ini, hanya 0,8 persen pencari rumah tapak dan 3,9 persen pencari apartemen yang tertarik dengan hunian berukuran di bawah 20 m².

Sementara itu, ukuran hunian yang paling diminati masyarakat untuk rumah tapak berada di kisaran 90-150 m² (23,4 persen), disusul oleh ukuran 20-60 m² (22,6 persen) dan ukuran 60-90 m² (19,1 persen). Sedangkan untuk apartemen, ukuran paling dicari adalah 20-60 m² dengan proporsi mencapai 47,9 persen.

Perbedaan preferensi antara rumah dan apartemen ini mencerminkan kebutuhan dan ekspektasi berbeda dari konsumen. Apartemen dengan ukuran kecil lebih umum ditemui karena konsepnya memang ditujukan untuk efisiensi ruang, bisa dimanfaatkan untuk satu orang, pasangan yang baru menikah, atau keluarga kecil.

Namun, ketika masyarakat mencari rumah tapak, kecenderungan yang dicari adalah fleksibilitas, privasi, dan ruang yang cukup untuk bertumbuh bersama keluarga. Berdasarkan wilayah, di sebagian besar kota di Jabodetabek, permintaan terhadap rumah tapak berukuran sangat kecil ( 20 m²), hampir tidak terlihat. Proporsinya berada di bawah 1 persen, kecuali di Jakarta Utara yang mencatat angka 2,7 persen.

Untuk rumah tapak berukuran 20-60 m², permintaan cenderung datang dari wilayah satelit seperti Bekasi (33,6 persen), Bogor (36,7 persen), dan Depok (38,9 persen). Hal ini sejalan dengan tren pertumbuhn suplai rumah di area pinggiran Jakarta. Sementara di Tangerang, Tangerang Selatan dan Jakarta cenderung ke ukuran rumah 60-90 m², 90-150 m², 150-250 m² dan di atas 250 m².

Sementara untuk apartemen, untuk unit berukuran kecil ( 20 m²), permintaan lebih banyak berasal dari kota-kota di luar Jakarta seperti Depok (23 persen), Bogor (11,6 persen), Bekasi (9,2 persen), Tangerang (9,8 persen), dan Tangerang Selatan (6,6 persen). Di Jakarta sendiri, permintaan untuk apartemen sekecil ini berada di bawah 5 persen. Sedangkan ukuran apartemen yang paling diminati masyarakat di kawasan Jabodetabek secara umum terlihat didominasi segmen 20-60 m² (kisaran level 27 persen-85,2 persen).

Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun hunian kecil memiliki tempatnya dalam pasar-khususnya dalam bentuk apartemen-namu secara umum, masyarakat Indonesia masih memiliki preferensi terhadap rumah dengan ukuran yang lebih lapang dengan mempertimbangkan aspek kenyamanan tinggal, fleksibilitas ruang, bahkan sebagai aset jangka panjang.

“Setiap segmen pasar tentu memiliki kebutuhan dan karakteristiknya masing-masing. Namun, saat berbicara tentang rumah tapak, preferensi terhadap ruang yang cukup masih sangat kuat di kalangan masyarakat. Temuan ini diharapkan bisa menjadi masukan konstruktif bagi para pemangku kepentingan dalam merancang kebijakan dan produk perumahan yang selaras dengan aspirasi dan kebutuhan masyarakat,” katanya. rep/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper