Mata Banua Online
Sabtu, Maret 28, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Gubernur Kalsel Gaungkan Penyelamatan Ekosistem Mangrove

by Mata Banua
3 Juni 2025
in Pemprov Kalsel
0

 

Plt Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kalimantan Selatan, Muhammad Farhani saat menyampaikan sambutan tertulis Gubernur Kalsel pada pembukaan seminar nasional Hari Lingkungan Hidup 2025

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin melalui Plt Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kalsel, Muhammad Farhanie menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya menyelamatkan ekosistem mangrove dan mengatasi ancaman polusi plastik yang semakin mengkhawatirkan.

Berita Lainnya

Sekdaprov Kalsel Sidak ke Sejumlah SKPD Pemprov Kalsel

Sekdaprov Kalsel Sidak ke Sejumlah SKPD Pemprov Kalsel

26 Maret 2026
Gubernur Kalsel Sampaikan LKPj Tahun Anggaran 2025

Gubernur Kalsel Sampaikan LKPj Tahun Anggaran 2025

26 Maret 2026

Hal itu disampaikannya dalam sambutan tertulis pada Seminar Nasional Hari Lingkungan Hidup 2025 bertema “Menata Masa Depan Mangrove Indonesia: Kolaborasi Ilmu, Aksi dan Kebijakan untuk Mengakhiri Polusi Plastik”, yang digelar di Auditorium Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru, Senin (2/6).

“Saya kira sangat diperlukan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan, baik dari pemerintah daerah, sektor usaha atau swasta, serta perguruan tinggi,” sebut H Muhidin.

Muhidin juga menyebut bahwa selain penguatan regulasi, edukasi publik menjadi kunci penting untuk mengubah perilaku masyarakat menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

“Kesadaran kolektif perlu terus dibangun agar langkah-langkah kecil dari individu bisa berkembang menjadi gerakan besar yang berdampak nyata bagi lingkungan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur H Muhidin turut memberikan apresiasi atas komitmen Universitas Lambung Mangkurat dalam pelestarian lingkungan, khususnya melalui pengelolaan kawasan konservasi mangrove serta menilai peran aktif perguruan tinggi sangat penting dalam mendorong riset, inovasi dan aksi nyata untuk lingkungan hidup.

Dalam kesempatan itu, Muhidin mengajak seluruh elemen masyarakat di Kalsel untuk mulai bertindak dari hal-hal kecil untuk mengurangi polusi plastik.

“Mari kita mulai mengurangi polusi plastik dari diri sendiri, kemudian institusi tempat bekerja dan akhirnya mendorong lahirnya kebijakan daerah yang lebih progresif dan ramah lingkungan dan perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor ULM, Prof Dr Ahmad Alim Bachri, mengungkapkan bahwa ULM memiliki hutan pendidikan seluas 1.617 hektare yang menjadi ruang belajar dan konservasi bagi sivitas akademika.

Menurut Prof Ahmad, kawasan ini ditanami berbagai jenis pohon, terutama spesies endemik Kalimantan Selatan, sebagai bagian dari pelestarian keanekaragaman hayati.

“Melalui kolaborasi dengan berbagai perusahaan, kami juga telah menanam kembali sebanyak 1.001 pohon ulin yang merupakan pohon khas Kalimantan dan bernilai tinggi,” ujar Ahmad Alim.

Selain itu, sebut Ahmad, ULM juga membangun barak lapangan di kawasan hutan pendidikan sebagai sarana pendukung bagi mahasiswa dalam melakukan kegiatan riset, pendidikan dan konservasi lingkungan.

“ULM hadir tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai agen perubahan lingkungan dan kami hadir di kawasan mangrove untuk berperan aktif dalam memulihkan dan menjaga ekosistem pesisir, melalui pendekatan ilmiah dan aksi nyata,” tegasnya.

Seminar tersebut dihadiri Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup RI, Rasio Ridho beserta jajaran, perwakilan Forkopimda Kalsel, Menteri Lingkungan Hidup RI periode 2009-2011, H Gusti Muhammad Hatta serta Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas beserta jajaran. rfq/adpim/ani

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper