Mata Banua Online
Rabu, Juni 3, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pemprov Kalsel Perkuat Strategi Komunikasi Publik

by Mata Banua
3 Juni 2026
in Pemprov Kalsel
0

 

Plh Sekdaprov Kalimantan Selatan, H Subhan Nor Yaumil saat memimpin deklarasi komitmen bersama pengelolaan isu di era digital yang diikuti seluruh peserta disela Public Communication Summit 2026 di Banjarmasin

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin menekankan pentingnya pemahaman, koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam menjaga keperayaan publik di tengah derasnya arus informasi digital dan media sosial.

Berita Lainnya

Hj Fathul Jannah Muhidin Dorong Percepatan Posyandu Wasaka 6 SPM

Hj Fathul Jannah Muhidin Dorong Percepatan Posyandu Wasaka 6 SPM

3 Juni 2026
Hj Fathul Jannah Muhidin Sambangi dan Serahkan Bantuan untuk Lasia

Hj Fathul Jannah Muhidin Sambangi dan Serahkan Bantuan untuk Lasia

1 Juni 2026

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Kalsel, H Muhidin dalam sambutan tertulis dibacakan Pelaksana Harian (Plh) Sekdaprov Kalsel, H Subhan Nor Yaumil pada pembukaan Public Communication Summit 2026 di Mahligai Pancasila Banjarmasin, Rabu (3/6).

Public Communication Summit 2026 yang digelar Dinas Komunikasi dan informatika Provinsi Kalsel itu mengusung tema “Sinergi Pengelolaan Isu dan Reputasi di Era Digital”.

Kegiatan ini diikuti seluruh kepala dinas di lingkungan Pemprov Kalsel serta perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan dan unsur media di Kalsel.

Sejumlah narasumber nasional turut hadir, di antaranya Tenaga Ahli Utama, Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, Dudi Rudianto, CEO Tribun Network sekaligus Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers, Dahlan Dahi.

Kemudian, Kepala Subdirektorat Humas Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI, Ani Natalia Pinem serta Konsultan Komunikasi Krisis dan Strategic Public Relations, Jojo S Nugroho.

Selain itu, kegiatan juga menghadirkan para penanggap yang merupakan Tenaga Ahli Gubernur Kalsel yakni H Ibnu Sina, Wali Kota Banjarmasin periode 2016-2024, Tasrik Usman yang telah 17 tahun menjadi narasumber Metro TV di Kalimantan Selatan serta Fajar Desira, mantan Kepala Bappeda Kalsel.

Gubernur Kalsel, H Muhidin dalam sambutan tertulis dibacakan Plh Sekdaprov Kalsel, H Subhan Nor Yaumil menyampaikan bahwa kegiatan itu sangat strategis untuk membangun kesamaan persepsi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam menghadapi dinamika komunikasi publik di era digital.

“Saat ini kita membutuhkan pemahaman serta koordinasi dan sinergi dalam mengawal kepercayaan publik di tengah arus informasi di media sosial. Kitalah yang harus memetakan arah terlebih dahulu agar dapat menyampaikan kebijakan berbasis ruang dialog terbuka di dunia maya dengan baik dan efektif,” ujarnya.

Menurut H Muhidin, komunikasi publik saat ini tidak lagi sekadar menyampaikan informasi, tetapi telah menjadi bagian penting dari strategi pengelolaan isu dan reputasi institusi.

“Isu yang tidak ditangani dengan baik berpotensi mengganggu reputasi organisasi dan menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” tandasnya.

Karena itu, sebut Muhidin, Pemprov Kalsel mendorong seluruh perangkat daerah untuk mengantisipasi berbagai potensi isu secara dini, sistematis dan terukur sebelum berkembang menjadi krisis. Pengelolaan isu tersebut juga harus dilakukan secara lintas sektor dan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu organisasi perangkat daerah (OPD).

“Di era digital saat ini tantangan komunikasi publik semakin kompleks akibat cepatnya penyebaran disinformasi, fitnah dan ujaran kebencian. Menghadapi kondisi ini, ekosistem media massa dan media sosial harus dikelola secara bijak,” katanya.

Meskipun demikian, lanjutnya, media massa tetap menjadi rujukan informasi yang kredibel, sementara media sosial menjadi ruang diskursus publik yang dinamis.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalsel, Dr HM Muslim mengatakan bahwa Public Communication Summit 2026 dirancang sebagai wadah untuk merumuskan strategi komunikasi publik yang efektif dalam menyampaikan berbagai program pemerintah kepada masyarakat.

Menurut Muslim, upaya tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang menjamin hak masyarakat untuk memperoleh informasi.

“Saat ini kita memiliki Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Oleh karena itu, regulasi tersebut menjadi pijakan bagi kita dalam menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat,” katanya.

Muslim menjelaskan terdapat lima target utama yang ingin dicapai melalui kegiatan kali ini meningkatkan pemahaman mengenai strategi komunikasi publik di era digital.

Kemudian, memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) komunikasi, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, termasuk pimpinan daerah dan kepala SKPD, memberikan arah kebijakan dan panduan dalam implementasi narasi tunggal pemerintah.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan arah kebijakan dan panduan dalam mengimplementasikan serta menindaklanjuti narasi tunggal, baik dalam komunikasi media, pengelolaan konten digital, maupun respons terhadap dinamika informasi di ruang publik,” ujarnya.

Selanjutnya, menciptakan sinergi dalam penanganan isu melalui pembangunan narasi yang positif dan membangun kesamaan persepsi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga reputasi institusi melalui komunikasi publik yang terintegrasi.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan deklarasi komitmen bersama pengelolaan isu di era digital yang diikuti seluruh peserta dan dipimpin oleh Plh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, H Subhan Nor Yaumil.

Melalui Public Communication Summit 2026, Pemprov Kalsel berharap dapat menghasilkan rekomendasi konkret terkait pola koordinasi serta penguatan kapasitas SDM komunikasi publik di seluruh Kalimantan Selatan.

Seluruh pemangku kepentingan juga diajak untuk membangun komunikasi publik yang konsisten, kredibel dan responsif guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. MC Kalsel/Jml/ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper