
BANJARBARU – Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan drh Hj Suparmi menyatakan ketersediaan hewan kurban untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Banua pada Idul Adha 1446 H cukup aman.
“Kami menyiapkan hewan kurban untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin berkurban tahun ini sebanyak 25 ribu ekor, yang tersebar di 13 kabupaten/kota se-Kalsel,” ujarnya, Kamis (15/5).
Menurut Mamiek –sapaan akrabnya, dengan ketersediaan hewan kurban sekitar 25 ribu ekor tersebut maka pihaknya tidak khawatir akan kekurangan sapi, meskipun di lapangan ada kenaikan permintaan sapi kurban.
Ia menyebutkan, penambahan ketersediaan itu guna mengantisipasi kemungkinan terjadi peningkatan permintaan sapi kurban, dampak semakin membaiknya perekonomian masyarakat di Kalsel akhir-akhir ini.
“Kami menargetkan pemotongan hewan kurban tahun ini sebanyak 16 ribu ekor atau mengalami peningkatan sekitar 2.000 ekor dari tahun lalu yang mencapai 14 ribu ekor,” katanya.
Selain memastikan ketersediaan hewan kurban khususnya sapi, Mamiek juga memastikan sapi kurban aman dari penyakit berbahaya, sehingga masyarakat aman ketika mengonsumsinya.
Mamiek menjelaskan, guna memastikan hewan kurban tersebut aman dari penyakit, pihaknya telah menerjunkan tim pengawas pemotongan hewan kurban dalam rangka memeriksa penyakit pada semua sapi yang akan dijadikan kurban.
“Kami telah menurunkan sebanyak 340 petugas yang tergabung dalam tim terpadu ke-13 kabupaten/kota se-Kalsel untuk melakukan pemeriksaan terhadap sapi yang akan dijadikan hewan kurban, guna memastikan kesehatan hewan tersebut,” ujarnya.
Menyinggung ketersediaan hewan kurban tersebut, ia mengakui saat ini sebagian besar dari 25 ribu ekor sapi yang disediakan untuk hewan kurban berasal dari peternak lokal Kalsel, selebihnya berasal dari luar.
“Dari 25 ribu ekor sapi yang disediakan untuk hewan kurban tersebut, sekitar 60 persen berasal dari peternak lokal dan 40 persen didatangkan dari luar, tentu yang telah mendapat rekomendasi dan memenuhi persyaratan tertentu,” pungkasnya. ani

