
BANJARBARU – Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) memperkuat pengamanan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kota Banjarbaru dengan mengerahkan personel brimob dan sabhara.
“Kami ingin pastikan wilayah Banjarbaru aman selama tahapan PSU, jadi pengamanan yang dilakukan Polres Banjarbaru diperkuat,” kata Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Senin (14/4).
Ia mengatakan, kehadiran personel polda nantinya akan melaksanakan patroli di wilayah yang di anggap rawan selama pelaksanaan pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS).
Kapolda berharap dengan kehadiran aparat maka dapat memberikan rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat, khususnya bagi mereka pemilik hak suara. “Prinsipnya upaya ini untuk mengantisipasi gangguan keamanan,” ucapnya.
Yudha menyatakan, pasukan Polda Kalsel disiagakan penuh sehingga apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dapat di geser ke Kota Banjarbaru.
“Selayaknya pilkada lalu, sistem BKO ini sudah kami terapkan untuk mempertebal pengamanan di wilayah,” jelasnya.
Diketahui, pada Pilkada Serentak 27 November 2024 lalu, partisipasi pemilih di Banjarbaru hanya sekitar 58 persen. Angka tersebut berdasarkan total suara sah dan tidak sah yang mencapai 114.871.
Pasangan Erna Lisa Halaby dan Wartono meraih 36.135 suara dinyatakan pemenang oleh KPU Banjarbaru. Sedangkan pasangan petahana Muhammad Aditya Mufti Ariffin dan Said Abdullah memperoleh 78.736 suara, namun suaranya di anggap nol alias tidak sah lantaran telah di diskualifikasi KPU Banjarbaru sebelum pencoblosan.
Akhirnya, keputusan KPU Banjarbaru di anulir Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan PSU dengan mekanisme pasangan Erna Lisa Halaby dan Wartono melawan kotak kosong. ant

