JAKARTA – Pengusaha petelur ayam memastikan pasokan telur dalam negeri bakal melimpah meski program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar 82,9 juta penerima bergulir.
Untuk diketahui, Badan Gizi Nasional Indonesia (BGN) membutuhkan 400.000 ton telur per tahun untuk memenuhi program MBG. Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas Indonesia (GPPU) Ahmad Dawami menyebut volume telur yang dibutuhkan BGN untuk MBG diperkirakan akan tercapai dalam waktu dua tahun ke depan.
Hal ini seiring dengan penerima MBG yang akan terealisasi secara bertahap. “Kalau benar 400.000 ton [telur] per tahun yang dibutuhkan di Indonesia untuk MBG, itu akan berjalan kira-kira mungkin dua tahun yang akan datang. Karena MBG ini kan tidak langsung segitu banyak, tapi bertahap,” kata Dawami.
Dawami menyampaikan bahwa di tahun ini tahun ini terjadi peningkatan sekitar 8%-9% dalam jumlah impor stok grandparent atau induk ayam petelur untuk ayam petelur. Dengan peninkatan impor ini, diharapkan dalam 2-3 tahun ke depan produksi telur ayam akan meningkat sekitar 10%.
Artinya, lanjut Dawami, jika BGN membutuhkan 400.000 ton telur ayam per tahun, maka setidaknya dalam satu hari perlu sekitar 1.000 ton telur ayam.
Di sisi lain, produksi telur ayam Indonesia sudah mencapai 14.000 ton per hari. “Dan itu pun baru 2-3 tahun ke depan baru akan bertambah sebanyak itu. Di mana impor ayam juga sudah ditambah, sehingga tidak perlu dikhawatirkan, telur tidak akan kekurangan,” jelasnya.
Dia juga menyebut telur yang diekspor ke Amerika Serikat (AS) tidak akan mengganggu program MBG. “Tidak ada pengaruh sama sekali, santai saja,” imbuhnya.
Terlebih, Dawami mengungkap populasi ayam petelur di Indonesia saat ini sudah lebih dari 300 juta ekor, bahkan mencapai 320 juta-380 juta ekor.
Di sisi lain, Dawami menambahkan bahwa Indonesia sendiri sudah memiliki langkah-langkah pencegahan untuk flu burung, termasuk vaksin-vaksin yang lengkap. Menurutnya, jika ditemukan kasus flu burung, maka penyebarannya dapat terkendali dan tidak akan meluas. “Pencegahan flu burung kan sudah ada. Vaksin-vaksinnya sudah lengkap. Kalau ternyata ada itu ya paling tidak akan menyebar ke mana-mana,” jelasnya.
Dihubungi terpisah, Ketua Komunitas Peternak Unggas Nasional (KPUN) Alvino Antonio mengatakan bahwa saat ini produksi telur ayam berlebih dan memiliki stok yang melimpah. Apalagi, pihaknya juga mampu memproduksi minimal 24 juta butir telur per hari. Untuk itu, Alvino memastikan stok telur untuk program MBG akan tetap aman. Sebab, 82,9 juta penerima manfaat setara dengan 82,9 juta butir telur, di mana konsumsi telur untuk program MBG setidaknya hanya 1-2 kali dalam sepekan. “Yang paling penting yang bayarnya harus jelas siapa yang bayar dan term of payment tepat waktu,” ujar Alvino. bisn/mb06

