Mata Banua Online
Minggu, April 26, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pasokan Telur Cukup untuk Kebutuhan MBG

by Mata Banua
10 April 2025
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Pengusaha petelur ayam me­mas­ti­kan pasokan telur dalam negeri bakal me­lim­pah meski program Makan Bergizi Gratis (MBG) ya­ng menyasar 82,9 juta penerima bergulir.

Untuk diketahui, Badan Gizi Na­sional Indonesia (BGN) mem­bu­tuhkan 400.000 ton telur per ta­hun untuk memenuhi program MBG. Ketua Umum Gabungan Pe­ru­sahaan Pembibitan Unggas In­donesia (GPPU) Ahmad Dawami menyebut volume telur ya­ng dibutuhkan BGN untuk MBG diperkirakan akan tercapai da­lam waktu dua tahun ke depan.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

Hal ini seiring dengan pe­ne­rima MBG yang akan terealisasi se­cara bertahap. “Kalau benar 400.000 ton [telur] per tahun ya­ng dibutuhkan di Indonesia untuk MBG, itu akan berjalan kira-kira mu­ngkin dua tahun yang akan da­tang. Karena MBG ini kan ti­dak langsung segitu banyak, tapi ber­tahap,” kata Dawami.

Dawami menyampaikan bah­wa di tahun ini tahun ini terjadi pe­ningkatan sekitar 8%-9% da­lam jumlah impor stok grand­pa­rent atau induk ayam petelur un­tuk ayam petelur. Dengan pe­nin­kat­an impor ini, diharapkan da­lam 2-3 tahun ke depan produksi te­lur ayam akan meningkat sekitar 10%.

Artinya, lanjut Dawami, jika BGN membutuhkan 400.000 ton te­lur ayam per tahun, maka se­ti­dak­nya dalam satu hari perlu se­ki­tar 1.000 ton telur ayam.

Di sisi lain, produksi telur ayam Indonesia sudah mencapai 14.000 ton per hari. “Dan itu pun baru 2-3 tahun ke depan baru akan bertambah sebanyak itu. Di ma­na impor ayam juga sudah di­tam­bah, sehingga tidak perlu di­khawatirkan, telur tidak akan ke­ku­rangan,” jelasnya.

Dia juga menyebut telur yang di­ekspor ke Amerika Serikat (AS) tidak akan mengganggu prog­ram MBG. “Tidak ada pe­ng­aruh sama sekali, santai saja,” im­buhnya.

Terlebih, Dawami me­ng­ung­kap populasi ayam petelur di In­do­nesia saat ini sudah lebih dari 300 juta ekor, bahkan mencapai 320 juta-380 juta ekor.

Di sisi lain, Dawami me­nam­bahkan bahwa Indonesia sen­diri sudah memiliki langkah-lang­kah pencegahan untuk flu bu­rung, termasuk vaksin-vaksin ya­ng lengkap. Menurutnya, jika di­te­mukan kasus flu burung, maka pen­yebarannya dapat terkendali dan tidak akan meluas. “Pencegahan flu burung kan su­dah ada. Vaksin-vaksinnya su­dah lengkap. Kalau ternyata ada itu ya paling tidak akan menyebar ke mana-mana,” jelasnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Ko­munitas Peternak Unggas Nasional (KPUN) Alvino Antonio mengatakan bahwa saat ini produksi telur ayam berlebih dan memiliki stok yang me­lim­pah. Apalagi, pihaknya juga mam­pu memproduksi minimal 24 juta butir telur per hari. Untuk itu, Alvino memastikan stok telur un­tuk program MBG akan tetap aman. Sebab, 82,9 juta pe­ne­rima manfaat setara dengan 82,9 juta bu­tir telur, di mana konsumsi te­lur untuk program MBG se­ti­dak­nya hanya 1-2 kali dalam sepekan. “Yang paling penting yang ba­yar­nya harus jelas siapa yang ba­yar dan term of payment tepat wa­k­tu,” ujar Alvino. bisn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper