Mata Banua Online
Senin, April 27, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Hotel Mulai Diterpa Gelombang PHK

by Mata Banua
5 Maret 2025
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Gelombang pemutusan hubungan ker­ja (PHK) massal mulai menerpa industri pe­ho­telan imbas kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Umum Indonesian Hotel General Manager As­so­ci­a­tion (IHGMA) Arya Pering Arimbawa mengatakan sebagian ho­tel bergantung pada acara dan kun­jungan kerja pemerintah.

Berita Lainnya

Pengusaha Daging Rugi Dampak Harga Jual Ditahan

Pengusaha Daging Rugi Dampak Harga Jual Ditahan

26 April 2026
Purbaya Usulkan Insentif Motor Listrik Rp5 Juta

Purbaya Usulkan Insentif Motor Listrik Rp5 Juta

26 April 2026

Dengan kebijakan efisiensi, me­reka otomatis harus menekan bia­ya operasional, termasuk gaji pe­gawai.

“Pasti mengurangi lagi te­na­ga kerja. Langkah awalnya tadi, ten­aga harian atau tenaga casual. Dan nantinya pasti menjadi un­paid leave beberapa karyawan,” ujar Arya pada jumpa pers di Ja­karta.

IHGMA menaungi sekitar 1.000 hotel dari Aceh hingga Pa­pua. Mereka menggelar survei de­ngan sampel 315 hotel untuk me­ngetahui dampak efisiensi ang­garan terhadap perhotelan.

Hasilnya, pengusaha-pe­ng­u­sa­ha hotel bintang tiga mengaku pen­dapatan mereka turun hingga 100 persen. Senada, hotel bintang empat terdampak dengan pen­da­patan merun sampai 60 persen.

“Terutama pada bintang em­pat yang melaporkan potensi ke­ru­gian lebih dari Rp3 miliar per ho­tel selama efisiensi dilakukan, per satu hotel,” ujar Wakil Ketua Umum IHGMA Garna Sobhara Swara.

Garna mengatakan kerugian itu merembet ke berbagai hal. Misalnya, hotel-hotel me­ng­u­ra­ngi pembelian pasokan dari ra­tus­an supplier, mulai dari bahan ma­kanan hingga keperluan hotel.

Selain itu, pengusaha hotel ju­ga mulai mengurangi pegawai. Me­nurutnya, gelombang PHK akan membesar bila efisiensi ang­garan dilanjutkan.

“Jika kondisi tidak membaik, mem­pertimbangkan PHK secara umum, jumlah karyawan ter­dam­pak bisa berkisaran kurang lebih 10 sampai dengan 50 orang di ho­tel menengah atau lebih banyak la­gi di hotel yang lebih besar,” ucap­nya.

HGMA berharap pemerintah mau duduk bareng para pe­ng­usaha hotel untuk menyikapi hal ini. Mereka ingin mengajukan beberapa usulan mengenai ef­i­si­en­si anggaran.

Pertama, efisiensi dilakukan se­cara bertahap agar bisa disertai eva­luasi dampak. Kedua, insentif pe­ng­urangan pajak perhotelan. Ke­tiga, subsidi atau bantuan lang­sung perhotelan. Keempat, re­lak­sasi kebijakan terkait operasional hotel.

Sebelumnya, Prabowo me­la­ku­kan efisiensi anggaran. Dia me­nekan pada penghapusan ke­giatan perjalanan dinas dan acara se­remonial di hotel-hotel.

Prabowo mengklaim bisa me­nghemat anggaran lebih dari Rp300 triliun. Dia ingin me­lan­jutkan kebijakan itu hingga me­ng­hemat Rp750 triliun. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper