Mata Banua Online
Senin, April 27, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Harga Telur Ayam Naik Hingga 20 Persen

by Mata Banua
27 Februari 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Februari 2025\28 Februari 2025\7\7\ft bawah.jpg
(foto:mb/web)

 

JAKARTA – Menteri Ko­or­di­na­tor Bidang Pa­ngan Zulkifli Hasan (Zulhas) berkomentar so­al harga cabai yang mahal men­je­lang bulan pua­sa Ramadhan dan Lebaran 2025.

Berita Lainnya

Pengusaha Daging Rugi Dampak Harga Jual Ditahan

Pengusaha Daging Rugi Dampak Harga Jual Ditahan

26 April 2026
Purbaya Usulkan Insentif Motor Listrik Rp5 Juta

Purbaya Usulkan Insentif Motor Listrik Rp5 Juta

26 April 2026

Berdasarkan panel harga Ba­dan Pangan Na­sional (Bapanas), ca­bai merah keriting di Jakarta se­ka­rang dibanderol Rp62.222 per ki­logram (kg) dan cabai me­rah besar Rp65.882 per kg. Se­da­ngkan cabai awit me­rah har­ga­nya tembus Rp98.824 setiap kg.

“Ini kan belum puasa nih, ca­bai itu se­karang jadi berapa ya, ma­hal sekali. Mem­pe­ngaruhi in­flasi tinggi, padahal kan me­na­nam cabai depan rumah saja bisa,” katanya da­lam CNBC Eco­nomic Outlook 2025 di The Westin, Jakarta Selatan.

Zulhas itu menegaskan ke­sa­daran mas­yarakat Indonesia belum ada. Bahkan, ia me­ngklaim su­lit mengajak anak-anak muda un­tuk terjun menjadi petani.

Ia menyebut sektor pertanian dan per­kebunan kerap dianggap tak mendatangkan cu­an. Ia men­yebut banyak orang yang be­ker­ja­ dengan terpaksa. “Jadi kalau anak-anak muda, milenial, di­tanya ada mau jadi pe­tani? Eng­gak ada yang mau. Karena reze­ki­nya gelap, badannya gelap, ka­ta­nya,” ke­lakar Zulhas.

Dilain sisi, dia mengaku men­dapatkan ca­ra baru men­g­gen­jot produksi beras, yakni me­na­nam padi di galon bekas. Zulhas me­ng­atakan bakal ada tambahan sek­itar 5 ton be­ras dari setiap hek­tare lahan.

“Jadi (menanam padi) pakai botol AQUA, AQUA gelas, ga­lon yang besar di de­pan rumah, itu sudah bisa. Tapi itu kan le­bih sulit lagi, yang mudasaja kita be­lum ma­u, apalagi yang sulit,” tutup­nya. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper