
JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Selatan menilai kinerja sektor jasa keuangan (S Provinsi Kalimantan Selatan melanjutkan tren peningkatan sejalan dengan perekonomian yang mencatat pertumbuhan positif.
Perekonomian Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengalami pertumbuhan sebesar 5,15 persen secara year-on-year pada Triwulan IV 2024, sedangkan secara cumulative to cumulative pertumbuhannya sebesar 5,05 persen.
Pertumbuhan sebesar 5,15 persen (yoy) tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan nasional (5,02 persen yoy) dan kedua tertinggi di wilayah regional Kalimantan, yaitu setelah Kalimantan Timur 6,17 persen (yoy), Kalimantan Barat (4,98 persen yoy), Kalimantan Utara (4,66 persen yoy), dan Kalimantan Tengah (4,43 persen yoy).
Kepala OJK Provinsi Kalsel Agus Maiyo mengatakan berdasarkan struktur PDRB Kalimantan Selatan menurut lapangan usaha (LU) menurut Harga Berlaku, kontribusi terbesar masih didominasi oleh Pertambangan dan Penggalian yang mencapai 29,47 persen (c-to-c), kemudian disusul Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 11,55 persen (c-to-c), Industri Pengolahan sebesar 10,95 persen (c-to-c), Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 9,82 persen (c-to-c), dan Transportasi sebesar 7,26 persen (c-to-c).
“Kombinasi kelima LU tersebut menyumbang 69,05 persen PDRB Kalsel tahun 2024,” ujar Agus saat media update dan sosialisasi OASC bersama Pers se Kalimantan, Jakarta,Selasa (26/2).
Namun, jika dilihat dari sisi pertumbuhan masing-masing LU tersebut yang mengalami pertumbuhan tertinggi secara berurutan adalah Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (8,07 persen, c-to-c), Jasa lainnya (7,14 persen, c-to-c), serta Jasa Keuangan dan Asuransi (7,07 persen, c-to-c). “Sementara Pertambangan dan Penggalian mengalami laju pertumbuhan terkecil,” jelasnya.
Kinerja intermediasi perbankan di Kalsel terus melanjutkan tren positif. Pada Desember 2024, Kredit perbankan meningkat menjadi sebesar Rp77,77 triliun, atau tumbuh sebesar 20,23 persen yoy, (November 2024: 21,64 persen yoy).
Untuk pertumbuhan penyaluran kredit utamanya didorong oleh kredit produktif dengan porsi sebesar 54,54 persen. (November 2024: 60,62 persen).
Sejalan dengan Kredit, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat meningkat sebesar 15,22 persen yoy (November 2024: 13,65 persen yoy) menjadi Rp102,47 triliun. Sementara Aset menunjukkan pertumbuhan sebesar 15,20 persen menjadi Rp102,47 triliun (November 2024: 15,51 persen).
Adapun intermediasi perbankan cukup baik dengan Loan-to-Deposit Ratio (LDR) sebesar 84,19 persen dan profil risiko perbankan.rds

