Mata Banua Online
Rabu, Maret 11, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pemerintah Dorong Pemakaian Kemasan Guna Ulang

by Mata Banua
18 Februari 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Februari 2025\19 Februari 2025\7\7\foto Berita 3.jpg
Memanfaatkan kemasan guna ulang disebut penting karena jumlah sampah plastik masih terus meningkat.(foto;mb/cnn)

JAKARTA — Pemerintah mendorong masyarakat untuk memakai kemasan guna ulang dalam upaya mengurangi sampah plastik. Memanfaatkan kemasan guna ulang disebut penting karena jumlah sampah plastik masih terus meningkat.

Hal itu disampaikan Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo dalam kegiatan ESG Sustainability Forum pada akhir Januari 2025. Hashim menjelaskan, upaya mengatasi persoalan sampah sudah dimulai sejak 2017 lalu.

Berita Lainnya

THR Belum Cukup Dongkrak Daya Beli

THR Belum Cukup Dongkrak Daya Beli

10 Maret 2026
Harga Cabai Rawit Tembus Hingga Rp120 Ribu per Kg

Harga Cabai Rawit Tembus Hingga Rp120 Ribu per Kg

10 Maret 2026

Dia menyebut sempat meminta Gubernur Jakarta saat itu untuk melarang penggunaan plastik sekali pakai.”Saya minta single use plastic, saya minta dilarang di DKI. Kalau bisa kita waktu itu (gunakan) daur ulang, biodegradable,” kata Hashim.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat, pada 2022 Indonesia menghasilkan sampah plastik sebesar 12,5 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebesar 9,85 juta ton sampah per tahun masuk ke laut.

Hashim menyatakan, perilaku menggunakan kemasan plastik sekali pakai perlu diubah. Pasalnya, sekitar 60 persen dari sampah plastik di perairan Indonesia berasal dari aktivitas rumah tangga dan industri skala kecil.

Untuk itu, Hashim mendorong penggunaan kemasan dan produk yang dapat digunakan berkali-kali, mulai pemakaian kemasan guna ulang hingga produk bahan rajutan. Dengan begitu, diharapkan publik menyadari pentingnya konsumsi berkelanjutan.

Di sisi lain, Hashim menambahkan bahwa implementasi pemakaian kemasan guna ulang akan bergantung terhadap kesiapan dan kebijakan di masing-masing daerah.

Hal tersebut disebabkan karena pemerintah daerah memiliki otonomi untuk menyesuaikan aturan sesuai kondisi setempat, termasuk soal pengelolaan sampah dan penerapan berbagai inisiatif lingkungan.

“Namun ini otonomi daerah. Banyak ini kan wewenangnya,” pungkas Hashim.cnn/rds

 

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper