Mata Banua Online
Jumat, April 10, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Korban Pencabulan Guru PPPK Jadi 10 Siswa

by Mata Banua
10 Februari 2025
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2025\Februari 2025\12 Februari 2025\5\Hal 5\Susan.jpg
Kepala UPTD PPA Banjarmasin, Susan. (foto:mb/ist)

BANJARMASIN – Setelah mendapatkan laporan pencabulan dari tiga siswa yakni A (13), H (14) dan MF (13) yang merupakan siswa SMPN di Banjarmasin Selatan, kini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin melalui Unit Pelaksana Tehnis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Banjarmasin mendapatkan laporan korban lainnya.

Dari asesmen terungkap fakta dimana diduga korbannya jadi 10 siswa, dan masih memungkinkan bertambah jumlahnya, mengingat si pelaku juga menjadi pengajar dan pelatih pramuka di sekolah lain.

Berita Lainnya

Dispersip Perkuat Pemahaman Instrumen Baru Akreditasi Perpustakaan Sekolah

Dispersip Perkuat Pemahaman Instrumen Baru Akreditasi Perpustakaan Sekolah

9 April 2026
Mulai Hari Ini, Pemko Terapkan WFH

Mulai Hari Ini, Pemko Terapkan WFH

9 April 2026

“Terhadap korban-korban itu kami terus memberikan terapi psikologis untuk memulihkan trauma mereka,” kata Kepala UPTD PPA Banjarmasin, Susan, Senin (10/2).

Dia mengimbau kepada kepala sekolah yang merekrut tersangka tersebut sebagai guru ataupun pembina pramuka untuk mengecek anak didiknya. Hal ini agar segera bisa dideteksi dan mengembalikan psikologis anak.

Dalam beberapa kasus, lanjut dia, korban pelecehan seksual pada saat dewasa nanti bisa mengalami perubahan perilaku. “Kami berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Banjarmasin untuk mengetahui di mana saja pelaku selama ini melatih Pramuka di sekolah,” tutur Susan.

Sebelumnya, terjadinya kekerasan seksual di lingkungan sekolah ini terjadi saat kegiatan Perkemahan Pramuka Sabtu – Minggu ( Persami) di lingkungan sekolah, pada Sabtu, 14 Desembar 3024 lalu. Korban yang merupakan anak didik pelaku, menurut saja ketika diajak ke dalam ruang kelas.

Oknum guru itu melakukan pencabulan satu persatu, mulai dari N dan A. Besoknya pelaku mengajak korban A mandi bersama, dan di kamar mandi itu A dicabuli untuk kedua kalinya.

Karena merasa dilecehkan, A lalu menceritakan kepada ibunya. Selanjutnya, tante korban bereaksi dan langsung melaporkan tindakan oknum guru tersebut ke pihak kepolisian. via

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper