Mata Banua Online
Kamis, April 2, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pemprov Kalsel Ikuti Rakor Kongkret Pengendalian Inflasi 2025

by Mata Banua
15 Januari 2025
in Pemprov Kalsel
0

 

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan turut dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi secara virtual dalam rangka pembahasan langkah konkret pengendalian inflasi di daerah tahun 2025, Senin (14/01) dari Command Center Setdaprov di Banjarbaru.

Berita Lainnya

Ketua TP PKK Kalsel Hadiri Kajian Muslimah di Sabilal Muhtadin

Ketua TP PKK Kalsel Hadiri Kajian Muslimah di Sabilal Muhtadin

1 April 2026
Pemprov Kalsel Pastikan Program Kegiatan Berbasis Kebutuhan

Pemprov Kalsel Pastikan Program Kegiatan Berbasis Kebutuhan

1 April 2026

Rakor diikuti Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Sutikno mewakili Plh Gubernur Kalsel, Roy Rizali Anwar, bersama pejabat terkait dari BIN Kalsel, Kadin, Biro Perekonomian Setdaprov dan Dinas Perhubungan Kalsel.

Rakor yang dipimpin Plt Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir didampingi Deputi II Bidang Pertanian dan Pangan diwakili KSP Edi Puryono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bappanas Maino Dwi Hartono.

Kabid Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Kalsel, Sutikno menyebutkan, inflasi Kalsel pada posisi 1,95 persen, lebih tinggi sedikit di angka nasional, namun masih dalam nilai wajar atau normal.

Penyebab inflasi, ujarnya, dikarenakan di Kalsel banyak barang yang belum swasembada seperti telur, ayam daging, bawang merah, bawang putih, cabe dan komoditas sayur mayur lainya.

Menyikapi hal ini, Pemprov Kalsel, ujar Sutikno, akan meningkatkan kerja sama dengan pihak terkait untuk pemenuhan kebutuhan komoditas di atas.

Selain itu, diupayakan untuk pemberian subsidi angkutan komoditas bahan kebutuhan pokok, untuk menjangkau daerah-daerah yang jauh dan perlu angkutan.

Saat ini, banyak harga komoditas yang naik lantaran besarnya biaya angkut ke titik lokasi.

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS RI, Pudji Ismartini diawal rakor memaparkan dalam tinjauan inflasi dan indeks perkembangan harga untuk Minggu ke-2 Januari ini, per inflasi tahun kalender Desember 2024 atau y-to-d.

Selama tiga bulan terakhir, inflasi secara y-to-d mengalami kenaikan, kondisi ini sejalan dengan peningkatan inflasi secara bulanan sejak Oktober-Desember 2024.

Pada Desember 2024, secara bulanan Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,44 persen dan sepanjang tahun 2024 terjadi Inflasi sebesaer 1,57 persen, diantaranya komponen inti memberikan andil sebesar 1,44 persen, komponen harga diatur pemerintah memberikan andil sebesar 0,11 persen serta komponen bergejolak memberikan andil 0,02 persen. sal/adpim/ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper