Mata Banua Online
Senin, April 27, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Petani Cabai Gagal Panen, Bikin Harga Meroket

by Mata Banua
12 Januari 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Januari 2025\13 Januari 2025\7\cabe.jpg
(foto:mb/web)

 

JAKARTA – Petani mengeluhkan kondisi gagal panen yang disebabkan oleh cuaca ekstrem di sentra-sentra produksi cabai. Imbasnya, harga cabai ikut naik di tingkat konsumen imbas penurunan pasokan.

Berita Lainnya

Pengusaha Daging Rugi Dampak Harga Jual Ditahan

Pengusaha Daging Rugi Dampak Harga Jual Ditahan

26 April 2026
Purbaya Usulkan Insentif Motor Listrik Rp5 Juta

Purbaya Usulkan Insentif Motor Listrik Rp5 Juta

26 April 2026

Ketua Asosiasi Champion Cabai Indonesia, Tunov Mondro mengungkap kondisi petani yang gagal panen di awal 2025 ini. “Dilihat dari lapangan memang terjadi gagal panen di berbagai sentra yang ada, terkait hujan ekstrim pada akhirnya gagal panen sangat tinggi,” kata Tunov.

Dia mengatakan, salah satu sentra produksi di Jawa Tengah bahkan mengalami gagal panen sangat tinggi. 70 persen dari total lahan panennya mengalami kebusukan imbas curah hujan yang tinggi. “Di Jateng (Jawa Tengah) bisa mencapai 70 persen gagal panen arena layu fusarium, antraknose dan rontok bunga,” ungkapnya.

Menurutnya, hujan juga menjadi tantangan petani. Pasalnya, para petani tidak bisa memanen hasil ladang ketika hujan di pagi hari. Alhasil, stok yang didistribusikan menjadi berkurang.

Tunov bilang, sederet upaya sudah dilakukan sejak akhir 2024. Kendati begitu, tanaman cabai diakuinya sensitif terhadap cuaca. Dia menyebut kenaikan harga imbas berkurangnya pasokan kerap terjadi.

“Pemerintah dengan kami petani sudah berupaya mengantisipasi dari akhir tahun tapi memang tanaman cabai sangat bergantung cuaca maka tidak bisa berbuat banyak kecuali mempertahankan yang masih bagus dan mengganti tanaman yang sudah rusak,” tuturnya.

“Ya memang sudah pola cabai, kalau cuaca ekstrim harga pasti fluktuasi karena tanaman cabai memang bergantung cuaca,” tambah Tunov.

Belakangan ini harga cabai naik di pasaran. Bahkan, angka tertinggi mencapai Rp 130.000 per kilogram di Kalimantan Timur.

Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat adanya tren kenaikan harga cabai. Baik cabai rawit merah maupun cabai merah keriting. Kenaikan harga paling tinggi terjadi pada abai rawit merah.

Mengutip data yang ditampilkan, Sabtu lalu harga cabai rawit merah naik ke Rp 130.000 per kilogram (kg) di Kalimantan Timur. Sementara itu, harga terendah ada di Sumatera Barat dengan Rp 55.520 per Kg.

Masih mengacu data yang sama, harga cabai rawit merah di DKI Jakarta bertengger di Rp 120.000 per Kg. Angka ini turun dari Rp 150.000 per Kg pada Selasa pekan lalu.

Sementara itu, jika dihitung secara nasional, harga rata-ratanya berada di Rp 77.940 per kilogram.

Tak berbeda jauh, data harga cabai merah keriting juga terlihat cukup tinggi. Panel Harga Bapanas mencatat harga tertinggi mencapai Rp 89.010 per Kg di Kalimantan Tengah. Semntars itu, harga terendah sebesar Rp 27.930 per Kg di Papua Tengah.

Harga cabai merah keriting di DKI Jakarta terpantau sebesar Rp 80.000 per kg pada Jumat (10/1/2025). Harga pada pekan ini mengalami kenaikan dari Rp 66.330 per kg pada 5 Januari 2025, pekan lalu.

Sementara itu, harga rata-rata nasional cabai merah keriting berada di Rp 50.700 per kilogram. lp6/mb0

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper