
JAKARTA – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak kini sudah meluas di 21 kecamatan di Lamongan. PMK yang menyerang ternak sapi di Lamongan penyebarannya tergolong cepat.
Dalam kurun waktu satu bulan, penyebarannya sudah mencapai 21 kecamatan dari 27 kecamatan yang ada di Lamongan. Penyebaran penyakit mematikan ini lebih masif saat musim penghujan.
Untuk mencegah penyebaran yang masif, Disnakeswan Lamongan melakukan penyemprotan disinfektan dan pemeriksaan kesehatan sapi pada sejumlah kandang peternak guna mencegah penularan wabah PMK yang telah menyerang sedikitnya 422 sapi di wilayah Lamongan. Sementara itu, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur menerima laporan 6.072 kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak dalam dua bulan, yakni periode November-Desember 2024. Dari jumlah itu, sebanyak 282 ekor ternak dilaporkan mati.
“Kasus PMK dilaporkan terjadi di 30 daerah di Jatim,” kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Indyah Aryani dikonfirmasi.
Indyah mengatakan gejala klinis pada hewan ternak yang dilaporkan terkena penyakit ini adalah kondisi lemah dan pincang. Lalu, air liur yang berlebihan, menggantung, serta berbusa. “Hewan ternak juga lemas dan lebih banyak berbaring, sehingga terjadi penurunan produksi susu pada sapi perah,” ujarnya.
Berdasarkan laporan tersebut, Indyah mengatakan pihaknya kembali gencar melakukan vaksinasi dan pengobatan hewan ternak. Sosialisasi dan edukasi tentang penanganan hewan yang terserang PMK juga dilakukan kepada para peternak.
“Kami juga menurunkan tim untuk melakukan penyemprotan desinfektan pada pasar tenak untuk mencegah penularan yang lebih luas,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov Jatim juga melakukan pengamanan dengan menerapkan pengaturan lalu lintas ternak, di mana ternak yang keluar masuk Jatim dilakukan pemeriksaan.
“Kami melaksanakan biosecurity, melaksanakan pengendalian lalu lintas ternak, ini penting kami lakukan untuk menjaga agar tidak ada penularan yang masif pada hewan yang keluar masuk ke Jatim,” katanya.
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menyatakan kasus PMK di Jatim meningkat jelang akhir 2024 sampai dengan rata-rata lebih dari 250 kasus per hari.
“Jumlah hewan rentan PMK di Jatim sangat besar, yakni 9,2 juta ekor pada tahun lalu. Rinciannya, sapi 3,4 juta, kambing 5 juta, domba 610 ribu, kerbau 10 ribu dan babi 107 ribu,” kata Adhy. cnn/mb06

