Mata Banua Online
Rabu, Maret 11, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Makin Meluas

by Mata Banua
9 Januari 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Januari 2025\10 Januari 2025\7\7\master 7.jpg
WABAH PMK – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak mewabah dan kini sudah meluas, khususya daerah di Jawa Timur. Dinas Peternakan Jawa Timur menerima laporan 6.072 kasus penyakit mulut dan kuku yang menyerang hewan ternak dalam dua bulan, yakni periode November-Desember 2024. Dari jumlah itu, sebanyak 282 ekor ternak dilaporkan mati.(foto:mb/ist)

JAKARTA – Wabah penyakit mulut dan ku­ku (PMK) pada hewan ternak kini sudah m­e­luas di 21 kecamatan di Lamongan. PMK yang menyerang ternak sapi di La­mo­ngan penyebarannya tergolong cepat.

Dalam kurun waktu satu bulan, pen­yeba­rannya sudah mencapai 21 kecamatan dari 27 kecamatan yang ada di Lamongan. Pen­ye­baran penyakit mematikan ini lebih ma­sif saat musim penghujan.

Berita Lainnya

THR Belum Cukup Dongkrak Daya Beli

THR Belum Cukup Dongkrak Daya Beli

10 Maret 2026
Harga Cabai Rawit Tembus Hingga Rp120 Ribu per Kg

Harga Cabai Rawit Tembus Hingga Rp120 Ribu per Kg

10 Maret 2026

Untuk mencegah penyebaran yang ma­sif, Disnakeswan Lamongan melakukan pen­yemprotan disinfektan dan pemeriksaan ke­se­hatan sapi pada sejumlah kandang pe­ter­nak guna mencegah penularan wabah PMK yang telah menyerang sedikitnya 422 sapi di wilayah Lamongan. Sementara itu, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur me­nerima laporan 6.072 kasus penyakit mu­lut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan te­rnak dalam dua bulan, yakni periode No­vem­ber-Desember 2024. Dari jumlah itu, se­banyak 282 ekor ternak dilaporkan mati.

“Kasus PMK dilaporkan terjadi di 30 dae­rah di Jatim,” kata Kepala Dinas Pe­ter­nak­an Provinsi Jawa Timur Indyah Aryani di­konfirmasi.

Indyah mengatakan gejala klinis pada he­wan ternak yang dilaporkan terkena pen­ya­kit ini adalah kondisi lemah dan pincang. Lalu, air liur yang berlebihan, me­ng­gan­tung, serta berbusa. “Hewan ternak juga le­mas dan lebih banyak berbaring, sehingga ter­jadi penurunan produksi susu pada sapi pe­rah,” ujarnya.

Berdasarkan laporan tersebut, Indyah m­e­ngatakan pihaknya kembali gencar me­la­kukan vaksinasi dan pengobatan hewan ter­nak. Sosialisasi dan edukasi tentang pe­na­nganan hewan yang terserang PMK juga di­lakukan kepada para peternak.

“Kami juga menurunkan tim untuk me­la­kukan penyemprotan desinfektan pada pa­sar tenak untuk mencegah penularan ya­ng lebih luas,” ujarnya.

Selain itu, Pemprov Jatim juga me­la­ku­kan pengamanan dengan menerapkan pe­ng­aturan lalu lintas ternak, di mana ternak ya­ng keluar masuk Jatim dilakukan pe­me­rik­saan.

“Kami melaksanakan biosecurity, me­lak­sanakan pengendalian lalu lintas ternak, ini penting kami lakukan untuk menjaga agar tidak ada penularan yang masif pada he­wan yang keluar masuk ke Jatim,” ka­ta­nya.

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menyatakan kasus PMK di Jatim meningkat jelang akhir 2024 sam­pai dengan rata-rata lebih dari 250 kasus per hari.

“Jumlah hewan rentan PMK di Jatim sa­­ngat besar, yakni 9,2 juta ekor pada tahun lalu. Rinciannya, sapi 3,4 juta, kambing 5 juta, domba 610 ribu, kerbau 10 ribu dan babi 107 ribu,” kata Adhy. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper