
JAKARTA – Harga emas Antam pada awal tahun mengalami kenaikan Rp 9.000 per gram. Harga emas yang dipantau dari laman Logam Mulia pada Kamis (2/1/2025) menjadi Rp 1.524.000 per gram.
Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP. Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.
Harga jual kembali (buyback) emas batangan turut naik menjadi Rp 1.374.000 per gram. Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.
Penjualan kembi emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.
Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Kamis, Harga emas 0,5 gram: Rp 812.000, Harga emas 1 gram: Rp 1.524.000, Harga emas 2 gram: Rp 2.988.000, Harga emas 3 gram: Rp4.457.000, Harga emas 5 gram: Rp 7.395.000, Harga emas 10 gram: Rp 14.735.000, Harga emas 25 gram: Rp 36.712.000, Harga emas 50 gram: Rp 73.345.000, Harga emas 10 gram: Rp 146.612.000, Harga emas 250 gram: Rp 366.265.000 dan Harga emas 500 gram: Rp 732.320.000 serta Harga emas 1.000 gram: Rp 1.464.600.000.
Sementara itu, Nilai tukar rupiah dibuka di posisi Rp16.206 per dolar AS di perdagangan pasar spot perdana di 2025, Kamis (2/1). Mata uang Garuda jatuh 74 poin atau minus 0,46 persen.
Sedangkan mata uang Asia lain mayoritas kokoh. Yuan China menguat 0,01 persen, dolar Singapura plus 0,18 persen, baht Thailand tumbuh 0,25 persen, peso Filipina naik ,41 persen, dan won Korea Selatan melejit 0,67 persen.
Pelemahan dialami rupee India yang merosot 0,05 persen, dolar Hong Kong minus 0,06 persen, ringgit Malaysia turun 0,11 persen, dan yen Jepang jatuh 0,15 persen.
Di lain sisi, mata uang utama negara maju serempak menguat. Poundsterling Inggris naik 0,04 persen, euro Eropa tumbuh 0,2 persen, franc Swiss merangkak 0,03 persen, dolar Australia menguat 0,42 persen, dan dolar Kanada plus 0,10 persen.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menyebut rupiah akan melemah terhadap dolar AS. Pasalnya, indeks dolar AS mencapai rekor tertinggi dalam dua tahun menyusul kekhawatiran prospek pemangkasan suku bunga oleh The Fed dan kebijakan proteksionisme menjelang pemerintahan Donald Trump. bisn/mb06

