
BANJARMASIN – Pelantikan Pengurus Pusat Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan (Pusbangdilat) PPNI Provinsi Kalimantan Selata n(Kalsel) berlangsung meriah.
Acara ini di hadiri berbagai elemen penting, termasuk Dewan Pengurus Pusat (DPP) PPNI, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPNI Provinsi Kalimantan Selatan, Dewan Pengurus Daerah (DPD) PPNI se-Kalimantan Selatan, serta Pengurus Wilayah Ikatan dan Himpunan Perawat di Kalimantan Selatan.
Susunan Personalia Badan Pusbangdiklat DPW PPNI Kalimantan Selatan tersebut langsung di lantik secara resmi oleh Ketua Umum DPP PPNI Dr Harif Fadhillah.
Dr Harif Fadillah dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan peran organisasi profesi PPNI di tengah perubahan yang dihadirkan oleh Undang Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023.
Selain itu, ia juga memperkenalkan konsep PPNI Enterprise yang diharapkan dapat memperkuat kelembagaan PPNI dalam upaya menghadapi tantangan ke depan.
“Dalam rangka mewujudkan PPNI Enterprise perlu di tunjang business administration yang kreatif dan inovatif, PPNI sudah menyiapkan itu semua,” katanya di Fave Hotel Banjarmasin, Kamis (26/12).
Harif juga menyinggung potensi ikatan dan himpunan untuk menyelenggarakan fellowship di Indonesia. “Kami menunggu kesetujuan pemerintah dalam program fellowship keperawatan di Indonesia, khususnya fellowship perawat anestesi. Kami sudah siapkan perangkat dan kebutuhannya,” ungkapnya.
Ia juga melaporkan mengenai peresmian Gedung Pusbangdiklat PPNI di Cikarang Bekasi yang berlangsung pada 11 Desember lalu. “Gedung Pusbangdiklat PPNI di bangun dengan hasil iuran anggota dan dana dari PPNI tanpa bantuan dari pihak luar. Ini adalah murni hasil kerja keras kita semua,” ujarnya.
Sementara, Direktur Pusbangdiklat PPNI Apri Sunadi menambahkan, kehadiran Pusbangdiklat di Kalsel merupakan langkah penting dalam meningkatkan kompetensi perawat di Banua. “Tantangan ke depan semakin banyak, namun PPNI siap menghadapi dan beradaptasi,” katanya.
Ia juga mengungkapkan tentang kemitraan yang di bangun PPNI dengan pihak lainnya dalam mewujudkan PPNI Enterprise.
Diketahui, Pengurus Pusbangdiklat PPNI Provinsi Kalimantan Selatan berjumlah 12 orang dan di komandoi Muhammad Fithri Rahmani yang juga menjabat sebagai Pengurus Pusat Himpunan Perawat Anestesi Indonesia.
Fithri mengungkapkan komitmennya untuk meningkatkan kompetensi perawat di Kalimantan Selatan.
“Amanah ini adalah tanggung jawab besar. Kami berharap perawat di sini tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktif dalam menyelenggarakan kegiatan ilmiah,” ucapnya. rds

