Mata Banua Online
Senin, April 27, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

NFA: Bantuan Beras Bentuk Intervensi Menjaga Inflasi

by Mata Banua
17 November 2024
in Ekonomi & Bisnis
0

BANDUNG – Kualitas Program bantuan pangan (Banpang) beras tahun 2024 yang dilaksanakan oleh Perum Bulog sesuai penugasan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) terus ditingkatkan agar banpang beras kian efektif, masif, dan produktif dalam memberikan dampak positif bagi Penerima Bantuan Pangan (PBP). Kepala NFA Arief Prasetyo Adi menggarisbawahi adanya implikasi banpang beras yang turut mendukung pengendalian inflasi secara nasional dan aspek lainnya, dikarenakan program ini mampu menyentuh langsung ke masyarakat berpendapatan rendah.

“Bantuan pangan beras ini bukan hanya sekdar bantuan, tetapi ini merupakan intervensi pemerintah dalam menjaga inflasi dan juga terkait dengan daya beli. Inflasi kita secara tahunan membaik di 1,71 persen,” sebut Arief saat berikan arahan dalam ‘Pertemuan Evaluasi Bantuan Pangan Beras Tahun 2024’ di Bandung, Jawa Barat, dikutip dari keterangan resmi NFA, Sabtu.

Berita Lainnya

Pengusaha Daging Rugi Dampak Harga Jual Ditahan

Pengusaha Daging Rugi Dampak Harga Jual Ditahan

26 April 2026
Purbaya Usulkan Insentif Motor Listrik Rp5 Juta

Purbaya Usulkan Insentif Motor Listrik Rp5 Juta

26 April 2026

Menurutnya, dengan target inflasi nasional di kisaran angka 2,5 persen plus minus satu, ia optimistis inflasi pangan juga dapat terkendali. “Inflasi volalite food di 0,89 persen, ini angka yang baik. Oleh karena itu, saya mau mengucapkan terim kasih atas praktik baik program ini dan kita akan tutup tahun 2024 ini dengan bantuan pangan di bulan Desember,” tambahnya.

Selain terhadap inflasi, program banpang beras juga disebut Badan Pusat Statistik (BPS) turut berandil sebagai salah satu program sosial yang mempengaruhi penurunan tingkat kemiskinan selama periode Maret 2023 sampai Maret 2024. Dengan sokongan beras pemerintah sejumlah 10 kilogram (kg) ke masing-masing PBP tiap bulannya, mampu menjadi penyangga ekonomi masyarakat miskin.

Penyediaan berupa beras 10 kg berkualitas baik per bulannya yang dikelola oleh Perum Bulog dapat membantu sepertiga konsumsi beras suatu keluarga miskin. Menurut BPS, pada Maret 2024, rerata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,78 orang. Sementara rerata konsumsi beras per kapita dalam sebulan di tahun 2024 adalah 6,0 kg.

Dengan kata lain, rumah tangga miskin dalam sebulan setidaknya membutuhkan beras 31,07 kg. Dengan adanya sokongan beras dari banpang sejumlah 10 kg, maka sepertiga kebutuhan beras dalam sebulan telah terpenuhi.

“Bantuan pangan beras dua tahun terakhir ini adalah yang paling masif dan sesuai dengan apa yang kita rencanakan bersama-sama. Bulog pun mungkin merasakan 2 tahun ini yang paling menantang ya. Untuk itu, evaluasi ini akan menjadi bahan masukan konstruktif bagi kita semua dan tentunya ke depan, akan semakin baik lagi,” ujarnya.

Kepada perusahaan transporter, Kepala NFA Arief Prasetyo Adi juga menghaturkan apresiasinya karena telah mampu menjagkau ke pelosok negeri demi mensukseskan banpang beras ini. rep/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper