Mata Banua Online
Selasa, April 28, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Mitigasi Efektif Kurangi Resiko Bencana Karhutla

by Mata Banua
17 November 2024
in Indonesiana
0
D:\2024\November 2024\15 November 2024\2\3.jpg
KEPALA BPBD Kalsel Raden Suria Fadliansyah di dampingi Kabid Kesiapsiagaan dan Pencegahan Bambang Dedi Mulyadi saat menyampaikan keterangan pers. (Foto:mb/ist)

BANJARBARU – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan Raden Suria Fadliansyah menyatakan, mitigasi bencana ternyata cukup efektif mengurangi resiko bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalsel.

“Melalui mitigasi bencana sejak dini ternyata terbukti mampu menurunkan dampak resiko bencana karhutla di Kalsel tahun 2024,” ujarnya, Jumat (15/11).

Berita Lainnya

Kejaksaan Tahan Mantan Kadisdik Banjarmasin

Kejaksaan Tahan Mantan Kadisdik Banjarmasin

27 April 2026
Jembatan Gantung di Desa Pasar Batu Putus

Jembatan Gantung di Desa Pasar Batu Putus

27 April 2026

Menurutnya, melihat dampak dari kegiatan mitigasi dan edukasi terhadap bencana tersebut bisa disebut sebagai investasi, karena mampu mengurangi anggaran terhadap penanganan bencana karhutla.

Sebagai bukti, jika tahun 2023 lalu dampak karhutla di Kalsel telah menyebabkan sekitar 3.000 hektar lahan terbakar, di tahun 2024 mengalami penurunan hanya sekitar 650 hektar.

Suria di dampingi Kabid Kesiapsiagaan dan Pencegahan Bambang Dedi Mulyadi mengatakan, ke depan pihaknya akan melakukan tindakan preventif dalam penanganan bencana baik bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung (batingsor) maupun karhutla.

“Kita akan melakukan inovasi untuk mengurangi resiko bencana di banua ini. Hal itu akan dilakukan sebelum terjadinya bencana yang di prediksi Badan Meteorologi, Klimatalogi dan Geofisika (BMKG) di daerah,” katanya.

Dalam melakukan pencegahan bencana tersebut, lanjut Suria, pihaknya juga telah menjalin kerja sama, termasuk dengan media massa yang menginformasikan kepada masyarakat terkait bencana yang akan terjadi banua.

Ketika ditanya kesiapan BPBD Kalsel menghadapi bencana batingsor, pihaknya telah menyiapkan peralatan dan sumber daya manusia (SDM), termasuk pemetaan daerah rawan Batingsor di Kalsel.

Dari hasil pemetaan, ada 10 daerah di Kalsel yang berpotensi terjadinya bencana batingsor, mulai kawasan Benua Enam meliputi Kabupaten Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara (HSU) Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Tapin.

Selain itu, Kabupaten Banjar, Barito Kuala (Batola), Tanah Laut (Tala), dan Tanah Bumbu (Tanbu).

“Kita meminta 10 daerah yang berpotensi terjadi bencana batingsor tersebut hendaknya meningkatkan kewaspadaan guna mengurangi resiko bencana,” pungkasnya. ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper