
BANJARBARU – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan Raden Suria Fadliansyah menyatakan, mitigasi bencana ternyata cukup efektif mengurangi resiko bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalsel.
“Melalui mitigasi bencana sejak dini ternyata terbukti mampu menurunkan dampak resiko bencana karhutla di Kalsel tahun 2024,” ujarnya, Jumat (15/11).
Menurutnya, melihat dampak dari kegiatan mitigasi dan edukasi terhadap bencana tersebut bisa disebut sebagai investasi, karena mampu mengurangi anggaran terhadap penanganan bencana karhutla.
Sebagai bukti, jika tahun 2023 lalu dampak karhutla di Kalsel telah menyebabkan sekitar 3.000 hektar lahan terbakar, di tahun 2024 mengalami penurunan hanya sekitar 650 hektar.
Suria di dampingi Kabid Kesiapsiagaan dan Pencegahan Bambang Dedi Mulyadi mengatakan, ke depan pihaknya akan melakukan tindakan preventif dalam penanganan bencana baik bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung (batingsor) maupun karhutla.
“Kita akan melakukan inovasi untuk mengurangi resiko bencana di banua ini. Hal itu akan dilakukan sebelum terjadinya bencana yang di prediksi Badan Meteorologi, Klimatalogi dan Geofisika (BMKG) di daerah,” katanya.
Dalam melakukan pencegahan bencana tersebut, lanjut Suria, pihaknya juga telah menjalin kerja sama, termasuk dengan media massa yang menginformasikan kepada masyarakat terkait bencana yang akan terjadi banua.
Ketika ditanya kesiapan BPBD Kalsel menghadapi bencana batingsor, pihaknya telah menyiapkan peralatan dan sumber daya manusia (SDM), termasuk pemetaan daerah rawan Batingsor di Kalsel.
Dari hasil pemetaan, ada 10 daerah di Kalsel yang berpotensi terjadinya bencana batingsor, mulai kawasan Benua Enam meliputi Kabupaten Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara (HSU) Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Tapin.
Selain itu, Kabupaten Banjar, Barito Kuala (Batola), Tanah Laut (Tala), dan Tanah Bumbu (Tanbu).
“Kita meminta 10 daerah yang berpotensi terjadi bencana batingsor tersebut hendaknya meningkatkan kewaspadaan guna mengurangi resiko bencana,” pungkasnya. ani

