
BANJARMASIN – Program Nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil presiden Gibran Rakabuming Raka terkait makan siang (maksi) bergizi bagi anak sekolah akan dilakukan pada 2025.
Hal itu disampaikan Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina usai menghadiri Rakornas (Rapat Koordinasi Nasional) Pengawasan Penyelengaraan Pemerintah Daerah yang juga menjelaskan bagaimana tentang mekanismenya serta anggaran maksi gratis tersebut.
Ibnu mengatakan, anggaran untuk makan siang bergizi itu memang disiapkan pemerintah pusat sebesar Rp 70 triliun untuk seluruh Indonesia.
“Tapi untuk di daerah kita sama-sama persiapkan dan sebelumnya sudah diuji cobakan,” ucap Ibnu di sela peresmian dua kapal wisata di siring menara pandang, Minggu (10/11).
Menurut Ibnu, jika program ini benar-benar jalan maka memberikan multiplayer yang luar biasa, namun perlu diperhatikan formulasinya di lapangan agar maksi yang akan diberikan ke anak-anak terjamin kualitas dan gizinya.
Tentunya diperhatian mulai dari bahan makanan, proses masak misalnya menyediakan dapur umum atau mencari penyedia jasa makanan bergizi terdekat di sekolah agar kualitas makanan masih fresh saat disajikan.
“Jangan sampai saat disajikan nanti basi atau apa. Makanya itu diformulasikan dan diuji cobakan seperti apa nanti,” tuturnya.
Selain itu, penyedia jasa makan siang bergizi itu juga harus memiliki standar kesehatan yang baik. Mulai dari fasilitas dapur hingga bahan-bahan baku yang digunakan.
“Saya rasa ini penting bahkan berdasarkan penelitian pun disampaikan bahwa makanan bergizi itu meningkatkan mungkin 2-3 persen IQ anak-anak Indonesia jika program ini bisa dilaksanakan lima tahun ke depan,” jelasnya.
Di samping itu, secara tidak langsung program ini akan membangun ekosistem perputaran ekonomi di tengah masyarakat, karena melibatkan distributor bahan makan, UMKM, pengantar makan (gojek) dll. via

