Mata Banua Online
Rabu, Mei 20, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Janji Lagi, Tahun Depan Tak Impor Beras

by Mata Banua
11 November 2024
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2024\November 2024\11 November 2024\7\Halman ekonomi (12  November)\master 7.jpg
BERAS IMPOR – Saat ini sisa penugasan impor beras 2024 masih sebesar 850 ribu ton dan bakal selesai pada awal 2025, dimana sebanyak 500 ribu ton bakal masuk pada akhir 2024. Tahun depan pemerintah berjanji tidak akan mengimpor beras lagi, namun memaksimalkan peningkatan produksi dalam negeri.(foto:mb/ant)

 

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah akan berusaha tidak mengimpor beras pada tahun depan dengan cara meningkatkan produksi dalam negeri.

Berita Lainnya

Jelang Idul Adha, Cabai hingga Migor Mahal

Jelang Idul Adha, Cabai hingga Migor Mahal

19 Mei 2026
Belum Ada Titik Temu Kenaikan UMP 2026

Rupiah Lemah, Ancaman Kenaikan Harga Pangan

19 Mei 2026

Hal ini disampaikan dalam Konferensi Pers terkait Kebijakan Pangan pada Senin (11/11) d Jakarta. “Oleh karena itu, karena stok kita banyak dan cukup, kemungkinan tahun depan kita usahakan kita kejar tidak impor. Kalaupun (impor) sedikit saja,” kata Zulhas.

Ia juga meyakinkan siklus kekurangan stok pada awal tahun, yakni setiap Januari dan Februari, dapat diatasi dengan peningkatan produksi di bulan-bulan selanjutnya, seperti yang biasa terjadi pada Maret kala panen raya.

“Selalu kalau Januari, Februari itu puncaknya shortage (kekurangan). Biasanya bisa 2,5 juta (ton), produksinya (jadi) 1,5 juta (ton). Tapi Maret itu surplus banyak. Jadi kalau kebutuhan 2,5 (ton), biasanya Februari, Maret, April, Mei itu produksi bisa 3,5 juta lebih,” paparnya.

Bagian lain, Zulkifli menyebutkan, sisa penugasan impor beras 2024 sebesar 850 ribu ton bakal selesai pada awal 2025. Impor beras yang bakal masuk 500 ribu ton pada akhir 2024. “Yang 500 ribu (ton) diusahakan sampai Desember (2024 yang masuk),” ujar dia.

Adapun sisa impor beras, sebanyak 350 ribu ton, akan dialokasikan untuk tahun 2025. “Jadi sisanya sedikit ? (350 ribu ton) akan dilanjutkan tahun depan,” imbuh Zulhas.

Pemerintah berupaya untuk mengurangi impor beras pada 2025. Langkah ini dilakukan setelah pada 2024, jumlah impor beras mencapai 3,6 juta ton.

Zulhas berencana menggenjot produksi dalam negeri melalui tiga langkah utama. Pertama, mengoptimalkan lahan yang ada. Menurutnya, lahan yang saat ini belum dimanfaatkan maksimal, terutama lahan tadah hujan yang tergantung pada curah hujan.

“Lahan yang ada itu kan ada yang tadah hujan. Nah bagaimana kita harus ada irigasi. Kalau ada bendungannya, mesti kita buat tersier irigasi. Kalau tidak ada, ada juga melalui pompa,” jelasnya.

Ia menyebut optimalisasi lahan ini sangat penting karena ada 20 persen lebih sawah yang idle atau ‘menganggur’ karena tidak ada akses irigasi yang memadai.

Kedua, lewat program cetak sawah baru di beberapa wilayah, misalnya Merauke. Langkah ini dilakukan untuk memastikan uplai beras yang mencukupi di masa mendatang, sehingga ketergantungan terhadap impor dapat ditekan. “Kita juga buka sawah baru. Itu di Merauke dan ada beberapa tempat sawah baru,” ungkapnya.

Ketiga, penyediaan pupuk secara tepat waktu. Zulhas menekankan ketersediaan pupuk harus terjamin sebelum masa tanam dimulai. Dengan begitu produksi padi bisa lebih optimal. “Yang ketiga, agar produksi naik, pupuk tepat waktu sebelum tanam sudah ada,” tegasnya.

Ia menambahkan fungsi koordinasi sangat penting agar pupuk dapat disalurkan tepat waktu, sehingga produktivitas sawah bisa meningkat. “Jangan sampai pupuk sudah tanam, mau panas baru datang. Harus tepat waktu. Oleh karena itu, fungsi koordinasi sangat penting,” katanya. bisn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper