Mata Banua Online
Sabtu, April 25, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Asosiasi Desak Potongan Ojol Maksimal 10 Persen

by Mata Banua
29 Oktober 2024
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2024\Oktober 2024\30 Oktober 2024\7\7\Halman ekonomi (30   Oktober   )\hal 7 - 2 klm (bAwah).jpg
(foto:mb/web)

 

JAKARTA – Asosiasi Peng­e­mu­di Ojek Daring Garda In­do­ne­sia mendesak regulator me­re­visi regulasi biaya potongan apli­kasi sebesar 20 persen menjadi mak­simal 10 persen.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

Ketua Umum Asosiasi Pe­ng­emudi Ojek Daring Garda In­do­nesia Igun Wicaksono men­yam­­paikan peristiwa me­ni­ng­gal­nya seorang pengemudi ojek on­line (nline) menjadi momentum un­tuk mengubah regulasi ter­se­but.

“Pada Agustus 2024, seo­rang pengemudi ojol diberitakan me­ninggal dunia saat mengantre ma­kanan di kota Medan, S­u­ma­te­ra Utara, sungguh sangat ironi pe­kerjaan ojol yang salah sa­tu­nya mengantre dan memesankan makanan untuk pelanggan malah membuat almarhum Darwin pe­ngemudi ojol meregang nyawa aki­bat kelaparan,” ujar Igun da­lam keterangan tertulis di Jakarta, Se­lasa.

Igun menyampaikan mu­si­bah yang tejadi pada pengemudi ojol maupun berbagai ke­ce­la­ka­an lalu lintas yang terjadi di ber­bagai lokasi merupakan tragedi ke­manusiaan. Igun menuding pe­rusahaan-perusahaan aplikasi me­ngambil hak-hak pengemudi ojol secara berlebihan melanggar re­gulasi yang sudah ditetapkan pe­merintah.

“Kami mohon kepada Bapak Pre­siden Prabowo agar tragedi ya­ng sudah sangat merugikan pe­ngemudi ojol ini dapat menjadi atensi,” ucap Igun.

Igun memperkirakan te­r­da­pat empat juta lebih pengemudi ojol yag bergantung hidupnya da­ri nilai potongan biaya ap­li­kasi. Sementara itu, ucap Igun, ok­num perusahaan aplikasi me­ng­utip potongan biaya aplikasi m­e­lebihi regulasi 20 persen bah­kan hingga mencapai 40 persen.

“Sudah sepantasnya kami men­yebutnya sebagai praktek pen­curian uang digital ataupun ko­rupsi digital dari hak pe­ng­e­mu­di ojol yang jumlahnya jutaan ini,” sambung Igun.

Igun menyampaikan Per­men­hub Nomor 12 sebagai in­duk regulasi jasa ojol yang ter­tera pada Kepmenhub Nomor KP667 tahun 2022 mengatur hak potongan biaya aplikasi mak­simal 15 persen. Kemudian ter­da­pat perubahan lewat KP No­mor 1001 tahun 2022 dengan po­tongan biaya aplikasi menjadi ma­k­simal 20 persen.

Igun menegaskan Asosiasi Pe­ng­emudi Ojek Daring Garda Indonesia akan melawan re­gu­lasi yang sudah dibuat se­be­lum­nya. Igun mengaku akan mem­per­juangkan revisi potongan bia­ya aplikasi maksimal 10 persen. Igun menilai bisnis perusahaan ap­likasi sudah sangat besar de­ngan pembagian hasil 10 pesen un­tuk perusahaan aplikasi dan 90 persen untuk pengemudi Ojol.

“Hal ini juga menyangkut nya­wa dan keselamatan jutaan pe­ngemudi Ojol serta para peng­guna jasa Ojol agar menjadi aten­si khusus dan perlunya ketegasan dari Bapak Prabowo Subianto mengenai potongan bia­ya aplikasi ini,” kata Igun. rep/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper