Mata Banua Online
Kamis, April 23, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Deflasi, Buah Sukses Kendalikan Harga

by Mata Banua
3 Oktober 2024
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap penyebab Indonesia mengalami deflasi pada September 2024. Kondisi deflasi ini bahkan sudah berlanjut selama 5 bulan berturut-turut sejak Mei 2024.

Airlangga mengklaim bahwa turunnya tingkat inflasi di Indonesia terjadi imbas upaya ekstra pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP/TPID) untuk mengendalikan harga komoditas pangan.

Berita Lainnya

Harga Emas Antam Amblas Rp50 Ribu

Harga Emas Antam Amblas Rp50 Ribu

22 April 2026
Siap-siap Harga Minyakita Naik

Siap-siap Harga Minyakita Naik

22 April 2026

“Kalau kita bilang inflasinya turun, deflasi, ya ini karena ada extra effort oleh pemerintah menurunkan volatile food,” ujar Airlangga dalam acara Sarasehan Kadin Indonesia bersama Menko Bidang Perekonomian di Menara Kadin, Jakarta Selatan.

Ia mencontohkan salah satu upaya pemerintah adalah dengan melakukan impor beras untuk menjaga stok dalam negeri. Airlangga pun menekankan bahwa ketahanan pangan adalah faktor yang penting dalam menentukan inflasi.

Menurutnya, inflasi volatile food bisa dijaga dengan mengontroltingkatnya antar daerah. Ia bercerita kala pemerintah pusat mengganti gubernur Gorontalo karena karena tidak bisa mengendalikan inflasi daerahnya.

“Daerah yang jelek inflasinya diumumkan supaya gubernurnya malu. Bahkan di Gorontalo yang tertinggi itu gubernurnya diganti tiga kali. Nah, ini mumpung masih plt, bisa dilakukan supaya betul-betul bisa serius memerangi inflasi,” jelas dia. “Memerangi inflasi itu adalah antara daerah penghasil. Misalnya cabai, bawang, dan yang lain, imbuh Airlangga.

Menurutnya, inflasi perlu dijaga dalam kisaran 2,5 plus minus 1 persen agar kondisi perekonomian tetap aman.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami deflasi 0,12 persen secara bulanan pada September 2024.

Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan ini adalah deflasi kelima berturut-turut selma 2024. Kondisi ini terjadi karena ada penurunan harga-harga.

“Deflasi yang terjadi dalam lima bulan terakhir terlihat secara umum disumbang oleh penurunan harga komoditas bergejolak,” katanya dalam Konferensi Pers di Kantor BPS, Jakarta Pusat.

Ia menyebut deflasi September 2024 menjadi yang terparah dalam lima tahun terakhir kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper