Mata Banua Online
Senin, Januari 12, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Paman Birin : Waspadai Karhutla dan Kekeringan

by Mata Banua
18 Agustus 2024
in Pemprov Kalsel
0

 

Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahnirin Noor saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Bencana Karhutla dan Kekeringan Tahun 2024 bersama relawan di Gedung KH Idham Chalid, Perkantoran Gubernur Kalsel di Banjarbaru.

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor atau Paman Birin meng­harapkan memasuki musim kemarau hendaknya semua elemen masyarakat untuk tetap waspada terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan kekeringan.

Berita Lainnya

Gubernur Kalsel Tinjau Banjir dan Bantu Korban Terdampak

Gubernur Kalsel Tinjau Banjir dan Bantu Korban Terdampak

11 Januari 2026
Sekdaprov Dampingi Menteri PU Tinjau Lokasi Pembangunan SR

Sekdaprov Dampingi Menteri PU Tinjau Lokasi Pembangunan SR

11 Januari 2026

“Saya berharap semua ele­men masyarakat di Banua, tetap meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadi bencana karhutla dan keke­ringan,” ujarnya di Banjarbaru, Jumat (16/8).

Hal itu disampaikannya pada pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Bencana Karhutla dan Kekeringan Tahun 2024 bersama relawan di Ge­dung KH Idham Chalid, Perkan­toran Gubernur Kalsel di Banjar­baru.

Rakor yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kali­mantan Selatan tersebut tampak dihadiri perwakilan TNI/Polri serta jajaran anggota BPBD Kabupaten/Kota yang telah menjadi relawan bersertifikat.

Dalam rakor tersebut akan dibahas terkait update kondisi di­namika atmosfer-laut, perkem­ba­ngan musim kemarau, pre­diksi iklim dan indeks kese­suaian iklim untuk kejadian kar­hutla dan monitoring kualitas udara.

Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor atau Paman Birin mengata­kan bahwa selama kurun waktu setengah tahun ini tidak ada kebencanaan daerah yang muncul sehingga patut bersyukur dapat menikmati setiap rangkaian kegiatannya.

“Tahun 2024 ini, kita bersyukur bahwa tidak ada ancaman bencana yang muncul dan dapat bernafas dengan lega menikmati hari-hari, namun perlu kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana itu,” ucap Paman Birin.

Menurut Paman Birin, Kar­hutla merupakan bencana tahunan yang perlu dicegah sehingga seluruh relawan harus disiapkan. Selama ini, dirinya merasakan cuaca yang silih berganti, terkadang menghadapi suasana hujan dan kemudian panas.

“Kita tidak boleh lengah dan tidak mau seenaknya, karena merasa enak sekarang yang khawatirnya tanpa pencegahan. Oleh karena itu, rakor ini sangat penting sekali,” ungkap Paman Birin.

Di musim kemarau, Paman Birin menekankan agar seluruh relawan mampu mendeteksi bencana karhutla itu sebelum terjadi kondisi besar seperti tahun-tahun sebelumnya dan mengingat bahwa dulu pernah ada masalah dengan negara tetangga karena karhutla.

Pada masa itu, Paman Birin pernah datang langsung ke suatu daerah yang menghadapi bencana karhutla. Kebakaran lahan itu sampai hampir menyentuh rumah warga, menurutnya peristiwa tersebut disaksikan langsung, bahkan warga sempat melarang Gubernur untuk masuk ke wilayah tersebut.

“Dengan peristiwa itu, kita harus belajar dalam menghadapi bencana dan harus sudah tahu berbuat apa sebelum terjadi karhutla besar,” tegas Paman Birin.

Sementara itu, Kepala BPBD Provinsi Kalsel, Raden Suria Fadliansyah menyampaikan bahwa pihaknya akan mela­kukan banyak rapat koordinasi daerah ke depannya, demi mengatasi ancaman bencana kebakaran hutan, lahan dan kekeringan.

“Kita sekarang berfokus kepada keluarga, karena programnya terkait Desa Tangguh Bencana (Destana) bersama kader PKK se-Kabu­paten/Kota yang didukung oleh Acil Odah,” ucap Suria.

Suria menjelaskan, pihak­nya akan memperkuat sumber daya manusia (SDM) men­genai relawan di daerah. Menurutnya, lewat kegiatan mitigasi bencana itu diharapkan agar mengurangi potensi karhutla terjadi.

BPBD Provinsi Kalsel mendirikan sebanyak enam posko bencana, di antara itu terdapat 1 posko gabungan di wilayah jalan Ahmad Yani Kilometer 17, Landasan Ulin.

Suria menerangkan, hal itu berhubungan mengenai akti­vitas penerbangan pesawat maka dianggap sebagai area ring 1. “Sesuai arahan Bapak Gu­bernur, kita akan mem­per­kuat dan meningkatkan SDM bagi relawan bencana,” tandasnya.

Suria juga menyebut dan menyoroti di sejumlah daerah terdeteksi sebanyak 16 titik panas (hotspot), sehingga perlu adanya kesiapsiagaan ben­cana karhutla untuk men­cegah secara dini. mr/adpim/ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper