
MARABAHAN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melakukan panen raya padi bersama para petani binaan Program Lumbung Pangan BAZNAS RI, kolaborasi bersama BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan, BAZNAS Barito Kuala di Kabupaten Barito Kuala.
Panen raya padi dilakukan, Selasa (13/8), di lahan pertanian seluas 100 hektare di Desa Anjir Pasar Kota II, Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala.
Panen raya padi tersebut di hadiri Ketua BAZNAS RI Prof Dr KH Noor Achmad MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Agus Dyan Nur, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalsel Dr HM Tambrin, Kepala Balai BPPMDTT Banjarmasin Ahmad Syahir SHI MH, serta Ketua BAZNAS Provinsi Kalsel Drs H Irhamsyah Safari.
Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dalam sambutan tertulis mengharapkan agar program lumbung pangan ini dapat menjadikan Kalimantan Selatan sebagai pahlawan dalam sektor pertanian di Indonesia.
Ketua BAZNAS RI Prof Dr KH Noor Achmad MA menyampaikan, panen raya padi ini merupakan bukti nyata dan komitmen BAZNAS dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab sebagai lembaga zakat yang peduli terhadap kesejahteraan umat.
“Melalui program Lumbung Pangan BAZNAS, mari kita bersama-sama berkomitmen terus berbuat kebaikan dan membantu sesama, sehingga sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga amil zakat semakin kuat dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan bersama,” katanya.
Ia menjelaskan, Lumbung Pangan Kalimantan Selatan merupakan lumbung pangan padi ke-6 dari delapan titik program lumbung pangan yang dikembangkan BAZNAS RI dalam kurun waktu 2020 hingga 2024.
“Lumbung pangan ini diharapkan menjadi bagian dalam pengembangan usaha ekonomi bagi para petani,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, KH Noor juga mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin dengan baik antara BAZNAS daerah, kementerian desa dan PDTT, badan penyuluh pertanian, dan pihak desa setempat.
“Semoga program lumbung pangan berkah ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang besar bagi seluruh masyarakat Kalsel, dan semoga kita senantiasa diberikan kekuatan untuk terus berbuat kebaikan dan berbagi rezeki dengan mereka yang membutuhkan,” katanya.
Ia juga mengapresiasi keberhasilan para petani yang bekerja keras sehingga mampu mencapai hasil panen yang melimpah. “Saya kira semangat ini melalui Mars Bergerak yang dinyanyikan sebagai simbol keberhasilan dan gotong royong dalam mewujudkan panen yang sukses,” ucap KH Noor.
Sementara, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA mengatakan, Program Lumbung Pangan BAZNAS merupakan program pemberdayaan ekonomi bagi mustahik pedesaan di bidang pertanian melalui pendekatan agribisnis berkelanjutan.
“Dalam program ini mustahik di dorong membentuk kelompok usaha yang mampu mengelola produktivitas, kualitas, dan kontinuitas pasokan produk pertanian, Alhamdulillah untuk di Barito Kuala saat ini jumlah petani 82 orang dengan jumlah total luasan lahan 100 hektare,” ujarnya.
Menurutnya, selain bantuan dana, tentunya pendampingan intensif juga dilaksanakan untuk menambah kemampuan petani
“Setelah mendapat pelatihan dan pendampingan, diharapkan ke depan Kelompok Petani Berkah dapat memproduksi pupuk organik dan pestisida nabati secara mandiri,” ucapnya.
Diketahui, program lumbung pangan di Barito Kuala melakukan pengembangan budidaya padi lokal ekosistem lahan gambut varietas Karandukuh dan Siam Runtai, pengembangan Itik Alabio, dan tanaman lain seperti jeruk dan cabai. ril/ani

