
BANJARMASIN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Call For Papers Seminar Nasional dan Lokakarya, dengan tema; Refleksi dan Evaluasi Penegakan Hukum Pemilu 2024.
Dari lomba karya tulis tersebut terdaftar 224 peserta dan hanya terpilih 43 penulis yang kemudian akan di pilih juara 1, 2 dan 3.
Anggota Bawaslu Kalsel Akhmad Mukhlis SHI MH mengatakan, peserta dilakukan pengujian kemudian akan di seleksi.
“Tujuan kegiatan Call For Papers ini adalah sebuah bentuk tatanan dan konsep berupa tulisan dan pemikiran, mungkin ini bisa menjadi masukan legislatif untuk mendengar dan melihat dalam hal mengatur kebijakan politik ke depannya,” ujarnya, Jumat (9/8) sore.
Dewan Pakar/Anggota Pansel Call For Paper Bawaslu Kalsel Dr Jamaludin Ghafur SH MH menyebutkan, karya tulis tersebut pada akhirnya akan menjadi buku dari beberapa ide-ide yang di tulis agar pelaksanaan pemilu menjadi lebih baik.
“Harapannya problem-problem pemilu yang akan datang tidak terjadi lagi dengan adanya karya tulis yang di perlombakan tadi,” ujarnya.
Sementara, Kepala Bagian Penanganan Pelanggaran, Penyelesaian Sengketa Proses dan Hukum (P3SPH) Doddy Yulihartanto SE MM menambahkan, Call For Papers dilaksanakan pendaftaran dan pengiriman makalah sejak 30 Juni-30 Juli 2024.
“Dari 224 peserta hanya terpilih 43 orang, yang kemudian di ikutkan seminar dan lokakarya sejak 8-10 Agustus 2024,” katanya.
Acara ini turut menghadirkan narsum, yakni Prof Dr H Jimly Asshiddiqie SH MH yang merupakan Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia dan Ketua Mahkamah Konstitusi 2003-2008, Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu 2022-2027 Dr Ratna Dewi Pettalolo SH MH, Hakim Mahkamah Konstitusi 2014-2019 Prof Dr ASWANTO H MSI DFM, dan Guru Besar FISIP UNAIR Prof Drs Ramlan Surbakti MA PhD. rds

