
HULU SUNGAI UTARA — Penduduk usia produktif yang berlimpah memiliki potensi luar biasa bagi pembangunan daerah manakala kualitasnya baik. Mereka akan terserap ke dalam dunia kerja dan mempunyai saving untuk daerahnya.
Untuk itu, perlu peran serta semua semua sektor untuk mengoptimalkan kualitas penduduk produktif, sehingga optimalisasi manfaat bonus demografi untuk pertumbuhan ekonomi daerah benar-benar dirasakan masyarakat.
Hal itu dikemukakan Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Selatan, Dr. Nyigit Wudi Amini, S.Sos, M.Sc, saat menghadiri peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 Tahun 2024 Tingkat Kabupaten Hulu Sungai Utara, di Aula Idham Chalid, (HSU), Rabu (7/8).
Nyigit juga menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi bangsa ini. “Ada tantangan yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua, yakni stunting,” ujarnya.
Ia optimis dengan konvergensi seluruh pihak secara pentahelix, baik kementerian/lembaga, pemda, perguruan tinggi hingga media massa, bila semuanya bergerak bersama, stunting di HSU dapat diatasi.
Selain itu, Nyigit menekankan pentingnya capaian ibu menyusui ASI eksklusif, yang saat ini masih berada di angka 60-65%. “Ini menjadi PR bagi kita bersama. Sama-sama mengedukasi, mengingatkan masyarakat. Di agama kita juga sudah diajarkan susui anakmu hingga umur dua tahun. Ada di dalamnya ASI eksklusif sampai dengan umur 6 bulan,” tambahnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).
Pj. Bupati Hulu Sungai Utara, Drs. H. Zakly Asswan, MM, dalam kesempatan yang sama menegaskan pentingnya penerapan fungsi-fungsi keluarga dalam kehidupan sehari-hari. “Melalui momentum peringatan ini, kita diingatkan agar selalu berusaha sekuat tenaga untuk menerapkan fungsi-fungsi keluarga,” ujarnya.
Fungsi-fungsi dimaksud adalah fungsi keagamaan, kesehatan, kasih sayang, pendidikan, reproduksi, sosialisasi, budaya, ekonomi sampai pada pelestarian lingkungan.
“Apa yang menjadi harapan kita untuk mewujudkan masyarakat adil dan sejahtera dapat kita wujudkan melalui lingkungan terkecil yaitu keluarga,” ungkapnya.
Zakly juga menyampaikan apresiasi kepada para pengelola program KB dan mitra kerja yang telah berkontribusi. “Peringatan ini juga sebagai bentuk apresiasi bagi para pengelola program KB mulai dari tingkat lapangan sampai pusat serta bagi para mitra kerja program kependudukan dan keluarga berencana,” tambahnya.
Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun keluarga yang harmonis, sehat, dan sejahtera, serta mengatasi berbagai tantangan yang ada. Termasuk stunting dan pemenuhan ASI eksklusif.
Dengan kerjasama dan komitmen dari berbagai pihak, harapan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih baik dapat tercapai.rds

