
BANJARMASIN- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) H Supian HK ikut berhujan-hujanan demi menerima aksi unjuk rasa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kalsel.
H Supian HK tidak sendiri ditemani oleh Sekretaris DPRD Provinsi Kalsel Muhammad Jaini turun ke jalan menemui dan mendengarkan tuntutan para pengunjukrasa HMI Kalsel yang meminta stop kriminalisasi aktivis dan membebaskan aktivis yang saat ini dipenjara karena memperjuangkan hak-hak rakyat.
Selain itu, para pengunjukrasa juga meminta menghentikan segala bentuk komersialisasi dalam sektor pendidikan dan fokus pada rekonstruksi sistem pendidikan yang berkualitas dan pro rakyat.Dan terakhir membatalkan kebijakan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang dinilai menyengsarakan rakyat dan mencari solusi perumahan yang lebih adil dan pro rakyat.
Supian HK mengatakan aspirasi yang disampaikan tadi ada 3 yakni diantaranya masalah Tapera , kriminalisasi aktivis dan terakhir komersialisasi dalam sektor pendidikan yang kesemuanya dewan juga menolak.
“ Intinya DPRD kalsel beserta jajarannya sepakat apa yang disampaikan aspirasi oleh HMI dan akan dilanjutkan ke Jakarta dengan datang langsung mengatar pernyatan tersebut setangan didampingi oleh Sekretariat DPRD Kalsel dan HMI,” ujar H Supian HK di Banjarmasin, Senin (10/6) siang.
Sementara salah satu perwakilan HMI Kalsel mengatakan pihaknya memang sepakat turun ke jalan menyampaikan 3 tuntutan dan Alhamduliilah bisa diterima langsung oleh Ketua DPRD kalsel H Supian HK.
“ Tapi tuntutan kami tetap dilaksanakan seperti stop kriminalisasi aktivis, stop komersialisasi pendidikan dan batalkan Tapera,” tegasnya.rds

