
BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor atau Paman Birin menyatakan mendukung penelitian ketahanan pangan, hal itu sebagai bukti kesiapan Kalsel sebagai penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Pernyataan Paman Birin itu tertuang dalam sambutan tertulis dibacakan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso, SSos, MSi pada penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Bangun Banua Kalsel dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Banjarmasin, Rabu (1/5).
Kegiatan dari penandatanganan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka ini dalam rangka pelaksanaan penelitian ketahanan pangan melalui ketersediaan dan kebutuhan beras di Bumi Kalsel Babussalam.
Direktur Utama PT Bangun Banua Kalsel, M Bayu Budjang dan Rektor ULM, Prof Dr Ahmad Alim Bachri meneken naskah MoU disaksikan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso mewakili Gubernur Kalsel.
Paman Birin juga menyatakan sangat mendukung kerjasama ini untuk kepentingan kemajuan daerah di Banua. Terlebih lagi dalam persiapan menghadapi tantangan kedepan, sebagaimana Kalsel jadi gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kerja sama ini sebagai bentuk mewujudkan komitmen dalam kepedulian di daerah dan demi membangun Banua kita tercinta,” sebut Paman Birin.
Sebagai riset mengenai ketahanan pangan, Paman Birin berharap tim penelitian dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan lancar sehingga ketahanan pangan, khususnya beras dapat terjaga dengan baik.
Sebab, Pemprov Kalsel berupaya mendorong ketahanan pangan itu karena dianggap sebagai salah satu daerah Penyangga Pangan Nasional.
“Saya berharap semoga langkah ini memperkuat posisi Kalsel sebagai penyangga ketahanan pangan nasional, karena banyak faktor yang dihadapi sekarang, baik itu kondisi alam dan cuaca tidak mendukung,” ungkap Paman Birin.
Menurut Paman Birin, perlu banyak strategi yang dilakukan oleh berbagai pihak dengan Pemprov Kalsel agar kolaborasi ini menjadi kuat untuk mendorong ketahanan pangan.
“Kalsel harus siap jadi penyangga ketahanan pangan nasional agar dijadikan pemasok. Tentu perlu inovasi dan kolaborasi ini, sehingga dapat mengembangkan sektor pertanian,” ujarnya.
Kedepan, Pemprov Kalsel banyak menggandeng banyak pihak atau stakeholder dalam mendorong dan menyiapkan langkah menuju Kedaulatan Pangan Kalimantan Selatan.
Sementara Direktur Utama PT Bangun Banua Kalsel, M Bayu Budjang mengatakan bahwa ketahanan pangan di Kalsel perlu diantisipasi, salah satu untuk menekan inflasi daerah.
“Saya kira perlu adanya penandatanganan MoU ini dan ada langkah-langkah serius dari Pemprov Kalsel dalam mengatasi itu,” kata Bayu Budjang.
Bayu pun memandang, selama ini Pemprov Kalsel sangat peduli terhadap kemajuan Banua, terkhususnya mengenai ketahanan pangan daerah yang kini mulai jadi sorotan kebijakan pemerintah.
Upaya pengendalian ketahanan pangan, M Bayu meyakini dapat berjalan sesuai harapan pemerintah kedepan. “Kita harus terfokus memperhatikan kesejahteraan petani lokal. Apa saja yang mendukung program dari pemerintah, maka kebijakan untuk ketahanan pangan akan terwujud,” kata Bayu.
Rektor ULM, Prof Dr Ahmad Alim Bachri merasa terhormat dipercaya dalam kerja sama ini untuk penelitian bagi keberlangsungan hidup di masyarakat Kalsel dalam rangka mendorong ketahanan pangan di banua.
“Tepat 1 Mei, kita melaksanakan penandatanganan MoU ini, artinya, kita tidak pernah libur untuk bekerja bagi kemajuan daerah,” ungkap Rektor ULM, tersenyum.
Mengenai penelitian, Prof Ahmad menyadari ULM telah banyak melakukan capaian untuk kemajuan daerah dan menilai, cukup progresif sejak November 2023 lalu saat ULM mendapatkan rangking ke-48, kini sudah berada diposisi ke-23 di Nasional.
“Ternyata, pengembangan kerja sama dengan dunia usaha bersama pemerintah daerah baik itu juga provinsi. Menuai hasil yang baik selama ini, karena salah satunya dapat dukungan 100 persen dari Pemprov Kalsel dan kita berada posisi 6 besar di Indonesia,” bebernya.
Prof Ahmad bersyukur, ULM kini meningkat pesat secara signifikan dan mendapat nilai tertinggi setelah menggeser kampus besar seperti UGM, UNESA, IPB dan sebagainya.
Kemudian, Prof Ahmad ingin menggenjot perguruan tinggi ini semakin mandiri dalam tata usahanya. Supaya, sistem Badan Layanan Umum (BLU) berjalan selaras dengan badan usahanya sehingga peningkatan kualitas perguruan tinggi tercapai. mr/adpim/ani

