
BANJARMASIN – Anggota DPRD Kalimantan Selatan H Karlie Hanafi Kalianda SH MH tetap semangat melaksanakan tugas-tugasnya sebagai anggota legislatif hingga masa tugasnya pada periode ini berakhir.
“Ini amanah dan tanggung jawab saya sebagai wakil rakyat yang Insha Allah akan tetap saya jalani dan laksanakan hingga periode ini berakhir pada 9 September mendatang, yaitu saat anggota DPRD yang terpilih dalam pemilu lalu di lantik,” ujarnya, Jumat (29/3).
Seperti pada Kamis (28/3), Karlie tetap menggelar Sosialisasi Revitalisasi dan Aktulisasi Nilai-nilai Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan dengan tema; Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kabupaten Barito Kuala.
Pada kesempatan itu, ia dengan gayanya yang khasnya mengatakan tentang pentingnya pengamalan Pancasila dalam memperkuat kesatuan bangsa.
“Pengamalan Pancasila memacu setiap orang untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman budaya, suku, ras, dan agama,” jelas politisi senior Partai Golkar.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kalsel ini mengatakan, DPRD Kalsel memiliki kewajiban yang di amanatkan oleh Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 108.
“Beberapa kewajiban itu, di antaranya memegang teguh dan mengamalkan Pancasila serta kewajiban untuk mempertahankan dan memelihara kerukunan nasional dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” bebernya.
Ia menyebutkan, sosialisasi pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan bertujuan mengingatkan kembali kepada seluruh komponen bangsa serta seluruh lapisan masyarakat, agar pelaksanaan dan penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara terus dijalankan dengan tetap mengacu kepada tujuan negara yang dicita-citakan, serta bersatu padu mengisi pembangunan supaya bangsa Indonesia lebih maju dan sejahtera.
Sementara, Staf Ahli DPRD Kalsel H Puar Junaidi SSos SH MH yang bertindak selaku narasumber menjelaskan, Pancasila memiliki lima butir sila yang menjadi pedoman bagi bangsa Indonesia.
Ia mengatakan, dalam setiap sila ada nilai yang wajib di patuhi dan mestinya di amalkan oleh seluruh warga Indonesia, sehingga kedaulatan bangsa bisa terjaga secara erat.
Menurutnya, warga perlu diberikan pemahaman terhadap wawasan kebangsaan, apalagi kaitannya terhadap penguatan nilai-nilai Pancasila untuk di implementasikan ke dalam kehidupan bermasyarakat.
“Dalam bermasyarakat, rasa toleransi dan tenggang rasa tentu akan memberikan pengaruh bagaimana indahnya menjaga keharmonisan dalam kehidupan bersosial di tengah keberagaman,” ucap Puar.
Ia menyebutkan, warga di daerah patut di buka wawasannya terhadap pemahaman akan ideologi negara, cinta NKRI, dan saling menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan.
“Memupuk rasa persatuan sangat penting di tengah kekhawatiran atas memudarnya rasa nasionalisme bangsa. Oleh karena itu, pondasi yang penting untuk di tanamkan kepada masyarakat adalah bagaimana mereka memahami nilai-nilai Pancasila, dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di tiap aktivitas,” pungkasnya.
Kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktulisasi Nilai-nilai Ideologi Pancasila ini turut di hadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Batola Hj Harliani SIP MSi, serta segenap jajarannya, termasuk dharma wanita. rds

