
BALI – Sebanyak 28 jurnalis media cetak,televisi,radio dan online ikuti Capacity Building Jurnalis Ekonomi Kalimantan Selatan dengan tema ” Sinergi Memperkuat Komunikasi Kebijakan Bank Indonesia”.
Tujuan kegiatan ini dalam rangka memberikan pengembangan kompetensi tentang komunikasi kebijakan Bank Indonesia dan edukasi penulisan berita ekonomi kepada jurnalis.
Kegiatan dibuka dalam sambutannya melalui via zoom oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Wahyu Pratomo mengatakan ada 3 (tiga) pesan utama yang ingin disampaikan pada sambutan kali ini.
Pertama, Bank Indonesia menempatkan komunikasi sebagai bagian dari bauran kebijakan, yang bertujuan meningkatkan efektivitas kebijakan bank sentral. Sebagaimana di ketahui bersama, Undang-undang (UU) No.4/2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, atau yang dikenal dengan sebutan P2SK, memberi amanat kepada Bank Indonesia untuk mencapai 3 (tiga) tujuan mulia, yaitu mencapai stabilitas nilai Rupiah.
Memelihara Stabilitas Sistem Pembayaran dan turut menjaga Stabilitas Sistem Keuangan yang ketiganya dimaksudkan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Nah, dalam mencapai ketiga tujuan tersebut, Bank Indonesia senantiasa menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan independensi. Salah satu bagian dari prinsip transparansi itu adalah pengelolaan komunikasi,” ujar Wahyu disela Capacity Building Jurnalis Ekonomi Kalimantan Selatan dengan tema ” Sinergi Memperkuat Komunikasi Kebijakan Bank Indonesia” sejak tanggal 5-8 Februari di Golden Tulip Jineng Resort Bali,Selasa (6/2) pagi.
Bank Indonesia meyakini efektivitas kebijakan akan tercapai manakala didukung dengan strategi komunikasi yang jelas, terstruktur, dan terarah.
Salah satu bentuk komunikasi yang umum dilakukan Bank Indonesia, misalnya, pengumuman hasil Keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG). Dalam konteks itu, Bank Indonesia selalu menyertai hasil keputusan RDG dengan pertimbangan dan asesmen yang melatarbelakanginya.
Hal itu dilakukan semata-mata agar masyarakat mengetahui dengan jelas arah kebijakan Bank Indonesia sehingga ekspektasi publik dapat bergerak ke arah yang menjadi tujuan dari bauran kebijakan Bank Indonesia tadi.
Wahyu menambahkan tentu saja, dalam mengelola kegiatan komunikasi tadi, Bank Indonesia tidak bisa bergerak seorang diri.
Di sana ada peran serta media yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memberikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat luas.
Dalam konteks itulah, hari ini, Bank Indonesia memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para awak media, khususnya di Kalsel, yang telah membantu mengomunikasikan kebijakan Bank Indonesia, sehingga masyarakat luas dapat mengetahui informasi dan substansi komunikasi kebijakan Bank Indonesia tersebut.
Salah satu bagian dari apresiasi kami itu tentu saja adalah penyelenggaraan Capacity Building Jurnalis kali ini. Senada dengan tema yang diangkat, yaitu “Sinergi Memperkuat Komunikasi Kebijakan BI.
”Kami pun berharap lewat kegiatan ini, pemahaman para jurnalis mengenai fungsi dan tugas Bank Indonesia akan semakin meningkat,” tambahnya.
Oleh karena itu, teman-teman panitia telah merancang agenda selama dua hari ke depan dengan berbagai muatan substantif yang kami yakini akan menambah wawasan dan membuka cakrawala bagi teman-teman jurnalis tentang Bank Indonesia mulai dari Komunikasi Kebijakan Bank Indonesia oleh Departemen Komunikasi Kantor Pusat Bank Indonesia, QRIS Tuntas, Promosi Greenovation, hingga narasumber dari media nasional untuk meningkatkan keahlian teman-teman jurnalis dalam menulis berita ekonomi.
“Maka dari itu, Capacity Building Jurnalis yang sama-sama kita laksanakan hari ini adalah bagian dari upaya kami mempererat sinergi, kolaborasi, dan hubungan baik dengan para awak media,” katanya.
Karena hanya dengan sinergi yang baik-lah, langkah dalam mencapai tujuan dan cita-cita besar yang kita inginkan dapat terasa lebih mudah dan ringan. rds

