Mata Banua Online
Sabtu, Maret 28, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Guru Danau Wafat, Paman Birin Kehilangan Sosok Ulama Kharismatik

by Mata Banua
4 Februari 2024
in Pemprov Kalsel
0

 

Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor saat bersama KH Asmuni (Guru Danau) (foto:mb/adpim)

BANJARMASIN – Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun, KH Asmuni atau akrab disapa Guru Danau meninggal dunia pada Jumat (2/2), di kedia­mannya di Danau Pangang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Berita Lainnya

Sekdaprov Kalsel Sidak ke Sejumlah SKPD Pemprov Kalsel

Sekdaprov Kalsel Sidak ke Sejumlah SKPD Pemprov Kalsel

26 Maret 2026
Gubernur Kalsel Sampaikan LKPj Tahun Anggaran 2025

Gubernur Kalsel Sampaikan LKPj Tahun Anggaran 2025

26 Maret 2026

Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor atau akrab disapa Paman Birin menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas mening­galnya ulama kharismatik Banua.

“Ulun atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel menyam­paikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Guru Danau,” sampai Paman Birin.

Disampaikan Paman Birin, peran ulama untuk pem­bangunan di Banua sangatlah berarti dan tidak akan pernah tergantikan. Alim ulama dalam kedudukannya sebagai pemimpin informal di tengah masyarakat memiliki peran yang penting dan strategis, khususnya untuk memperkokoh sendi-sendi etika, moral dan spiritual kehidupan masyarakat.

Melansir Tim Penulis LP2M UIN Antasari Banjarmasin dan MUI Provinsi Kalimantan Selatan, Guru Danau dilahirkan pada tahun 50-an di Danau Panggang.

Ada yang menulis tahun 1951, tahun 1955 dan adapula yang menulis 1957 sebagai tahun kelahirannya. Ayahnya bernama Haji Masuni dan ibunya bernama Hajjah Masjubah.

Guru Danau merupakan anak ketiga dari delapan bersaudara. Ayahnya berasal dari daerah Danau Panggang sedang ibunya berasal dari daerah Marabahan yang pindah ke Danau Panggang.

Guru Danau menempuh pendidikan tingkat dasar di Madrasah Ibtidaiyah di ling­kungan Pesantren Mu’alimin Danau Panggang dan Madrasah Tsanawiyah Pesantren Mu’a­limin Danau Panggang. Setelah itu meneruskan studinya di tingkat atas (Aliyah/Ulya) di Pesantren Darussalam Martapura.

Selama belajar di Pesantren Darussalam, Guru Danau juga belajar dengan sejumlah ulama berpengaruh (tuan guru) yang bertebaran di wilayah Martapura, diantaranya adalah Tuan Guru Semman Mulya, Tuan Guru Royani dan Tuan Guru Muham­mad Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Ijai.mul/adpim/ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper